PUPR soal Penyebab Longsor di Tol Cipularang Km 118: Perubahan Tata Guna Lahan

Lukman Arunanta - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 13:54 WIB
Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Ditjen Bina Marga PUPR, Heddy Rahadian
Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Ditjen Bina Marga PUPR Heddy Rahadian (Lukman/detikcom )
Bandung Barat -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan longsor di Tol Cipularang Km 118+600 disebabkan masalah perubahan tata guna lahan. Beberapa wilayah disebut menampung air cukup banyak sehingga terjadi longsor.

"Sebenarnya ini karena sebagian ada masalah perubahan tata guna lahan di sekitar jalan tol, sehingga beberapa wilayah itu menampung air yang cukup banyak dan kemudian ada longsor di jalan tol yang masuk ke row jalan tol dan menutup gorong-gorong, sehingga itu menimbulkan akumulasi air itu di sisi A terutama. Kemudian di sisi B juga sama mirip terjadi penjenuhan sehingga kemudian terjadi longsor," kata Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Ditjen Bina Marga PUPR Heddy Rahadian kepada wartawan di Tol Cipularang Km 118, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (19/2/2020).

Heddy juga memastikan kabar mengenai jalan tol terputus akibat longsor merupakan kabar hoax. Heddy menegaskan proses perbaikan berjalan lancar.

"Ya itu pasti hoax. Kita sudah lakukan dengan institusi-institusi yang ada. Dari PUPR sudah memperkirakan bahwa kondisi ini bisa diperbaiki. Bila tidak ada cuaca ekstrem, paling tidak ya tertunda-tertunda saja, tapi tidak sampai seperti itu. Kalau sampai putus, moga-moga tidak ada," ujar dia.

Tonton juga Potret Perjuangan Warga Melintasi Jalan Longsor di Mamasa, Sulbar :

Selanjutnya
Halaman
1 2