Ingin Gagalkan Pilkada, Ketua DPRD Nias Selatan Ditahan
Kamis, 01 Des 2005 18:10 WIB
Jakarta - Polda Sumatera Utara (Sumut) menahan Ketua DPRD Nias Selatan Hadirat Manau. Hadirat diduga berupaya menggagalkan pelaksanaan pilkada di Nias Selatan yang sempat diwarnai kericuhan pada Senin (28/11/2005) lalu."Saat ini ketua DPRD itu diamankan di Rutan Polda Sumut," ungkap Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Soenarko di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (1/12/2005).Selain Hadirat, Polda Sumut juga menahan 18 orang di Polres Nias Selatan. Mereka diduga ikut berupaya mengagalkan pilkada, antara lain dengan membakar kotak suara dan menyandera ketua KPUD Nias Selatan karena calonnya (Hadirat Manau) tidak lolos seleksi.Senin lalu, ratusan orang menyerbu Kantor Camat Teluk Dalam, sehingga menyebabkan bentrokan dengan polisi dan lima orang mengalami luka. Bentrokan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Massa berunjuk rasa menuntut pembatalan pilkada.Sebelumnya juga terjadi konflik antara KPUD dan Ketua DPRD Nias Selatan Hadirat Manau. Konflik ini berujung pada peristiwa penyanderaan ketua dan dua anggota KPUD Nias Selatan di Gedung DPRD beberapa waktu lalu.Sebelum terjadi penyanderaan tersebut, pilkada rencananya digelar pada 17 September. Namun karena konflik antara KPUD dan Ketua DPRD itu, surat permohonan pengunduran waktu pilkada dari KPUD tidak pernah diteruskan oleh DPRD Nias Selatan.Konflik diduga terjadi karena tidak diloloskannya Hadirat menjadi bakal calon Bupati Nias Selatan. Alasan DPRD tidak meloloskan Hadirat karena kepengurusan Partai Pelopor di Nias Selatan yang jadi kendaraan politiknya terpecah.Nias Selatan memiliki 8 kecamatan dan 212 desa, diresmikan sebagai hasil pemekaran Kabupaten Nias sejak 25 Februari 2003. Pelaksanaan pilkada di kabupaten ini sempat tertunda beberapa kali karena gempa bumi yang terjadi Maret lalu.Pada pilkada ini, ada 4 paket yang maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Nias Selatan periode 2005-2010. Masing-masing Henky Yusuf Wau dan Arisman Zagoto, F Laia dan Daniel Duha, MF Davith Dachi dan F Bulolo, serta pasangan Ikhtiar Nduru dan W Giawa.Untuk pengamanan pilkada, Polda Sumut menurunkan 800 personel polisi yang direkrut dari berbagai kesatuan, yakni Poltabes Medan 100 personel, Binjai 30, Langkat 30, Tapsel 60, Tapteng 30, Sibolga 15, Nias 60, Asahan 30, Madina 20, KP3 Belawan 30, Ditsatpol Air 30, Brimob 100, dan Mapoldasu 206 personel.
(umi/)











































