Aceh Bakal Bikin Qanun Haji, Atur soal Transportasi-Uang Wakaf di Mekah

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 16:41 WIB
Ilustrasi masjidil haram, mekkah al-mukaromah
Ilustrasi ibadah haji (Rachman Haryanto/detikcom)
Banda Aceh -

Pemerintah Aceh mulai membahas rencana membuat rancangan qanun tentang haji. Kantor Wilayah Kemenag Aceh mengusulkan qanun tersebut mengatur soal pemberian uang wakaf Baitul Asyi ke jemaah Tanah Rencong hingga masalah transportasi.

Rapat untuk membahas rencana pembuatan rancangan qanun haji sudah pernah digelar Pemprov Aceh dengan melibatkan Kemenag Aceh. Hasil rapat yaitu meminta para pihak untuk menyiapkan item atau ide serta pokok pikiran untuk nantinya dituangkan dalam draf rancangan qanun.

Rencananya rancangan qanun haji ini akan dimasukkan dalam Prolegda 2021, setelah drafnya benar-benar siap. Pembahasan untuk membuat qanun tersebut terus dilakukan.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Aceh, Samhudi, mengatakan, qanun tentang haji perlu dibikin supaya nanti ada kepastian hukum. Selama ini, Pemprov Aceh sudah banyak berkontribusi dalam masalah haji namun tidak ada payung hukum yang mengatur.

"Selama ini memang Pemda sudah berkontribusi tapi kalau ada orang yang menanyakan itu dasarnya apa susah menjawab. Nanti dianggap pungli atau korupsi. Jadi dengan adanya qanun ini sudah ada kepastian hukum," kata Samhudi, Selasa (18/2/2020).

Menurutnya, alasan lain diperlukannya qanun haji yaitu agar siapa pun kepala daerah terpilih lebih peduli dengan haji. Para kepala daerah nantinya diharapkan melaksanakan qanun yang sudah dibuat.

Selanjutnya
Halaman
1 2