'Bintang Kejora' Muncul di Yogya
Kamis, 01 Des 2005 13:02 WIB
Yogyakarta - Puluhan mahasiswa Papua di Yogyakarta tergabung Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat menggelar aksi demo. Aksi yang digelar hari ini, Kamis (1/12/2005) menuntut dilakukannya review Pepera tahun 1969 serta diadakannya referendum bagi rakyat Papua.Aksi itu dimulai dari Bundaran kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta sekitar pukul 11.00 WIB. Selanjutnya para demonstran melakukan longmarch menuju DPRD DIY di Jl Malioboro melewati Tugu Yogyakarta dan berakhir di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jl Senopati. Dalam aksi itu beberapa orang peserta aksi mengecat muka, jidat dan dada mereka dengan lambang bendera Bintang Kejora. Selain berorasi, pengunjuk rasa juga membentang sejumlah poster, diantaranya bertuliskan 'Referendum Yes, Stop Kekerasan di Papua, Kembalikan Kadaulatan Rakyat Papua Barat.' Di sepanjang jalan yang dilewati mereka terus menerus menyanyikan lagu kebangsaan rakyat Papua, "Hai tanahku Papua." Juru bicara aksi Yeri Muyapa di sela-sela aksi kepada wartawan mengatakan, aksi yang digelar hari ini untuk memperingati tanggal 1 Desember 1961 sebagai hari kemerdekaan bagi rakyat Papua. Pepera yang dilakukan pemerintah RI tahun 1969 adalah tidak sah karena diboncengi oleh pemerintah asing yakni Amerika Serikat (AS). Indonesia dalam kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta tidak pernah menyinggung nama Papua sehingga bila tahun 1969 mengklaim Papua sebagai salah sebagai bagian wilayah RI itu adalah tidak sah dan telah terjadi pembelokan sejarah. "Oleh karena itu pemerintah RI harus mengembalikan kedaulatan dan kemerdekaan rakyat Papua. Kami menolak Pepera 1969 dan harus segera dilakukan review Pepera atau dengan kata lain dilakukan referendum," kata Yerry.
(nrl/)











































