Daging di Jakarta Bebas Anthrax
Kamis, 01 Des 2005 17:24 WIB
Jakarta - Anda takut tertular anthrax karena mengonsumsi daging? Sekarang tidak perlu khawatir lagi. Pasokan daging yang masuk ke Jakarta telah mengantongi surat kesehatan dan divaksinasi anthrax."Daging-daging di Jakarta aman dari penyakit anthrax," kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Pemprov DKI Jakarta Edy Setiarto di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2005).Dituturkan dia, hal itu berdasarkan pemeriksaan di laboratorium kesehatan masyarakat PT Veteriner yang dilakukan terhadap 534 sampel daging di Jakarta."Hasilnya, tidak ditemukan kuman anthrax, sehingga semua daging yang diedarkan aman dan layak dikonsumsi," ujar Edy.Selain itu, lanjut dia, dilakukan vaksinasi anthrax kepada 4.296 ekor sapi perah, kambing, dan domba yang ada di DKI Jakarta."Kita juga memantau kesediaan stok ternak di rumah pemotongan hewan, di Cakung yang stoknya 700-800 ekor per hari dan di Holding Group Cibitung dengan stok 1.500-2.000 ekor per hari," ujar Edy.Menurut Edy, pemasok daging tidak ada yang berasal dari Sulawesi, melainkan dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Lampung, serta Bogor, Tangerang, dan Bekasi.Diperketat/B>Edy menyatakan, hewan ternak yang akan masuk ke Jakarta pun wajib disertai surat kesehatan dan divaksinasi anthrax, guna mempersempit penyebaran anthrax."Hewan yang masuk diperketat, harus disertai surat kesehatan ternak dan vaksinasi anthrax yang dilaksanakan 14 hari sebelum dikirim," kata Edy.Menjelang Idul Adha, Edy mengimbau agar masyarakat membeli hewan kurban yang memiliki surat kesehatan. "Jika akan memotong hewan kurban di rumah pemotongan hewan (RPH) yang dikelola PD Dharma Jaya atau tempat lain yang memenuhi persyaratan," ujarnya.
(aan/)











































