Meski Surplus Beras, 3 Daerah di Sumsel Rawan Pangan
Kamis, 01 Des 2005 17:19 WIB
Palembang - Meskipun Sumsel dinyatakan surplus beras, tapi tiga daerah di provinsi itu rawan pangan. Bila tidak secepatnya ditanggulangi, kelaparan mengancam. Ketiga daerah rawan pangan menurut Badan Ketahanan Pangan Sumsel adalah Kabupaten Musirawas, Musi Banyuasin dan Banyuasin. "Di setiap kabupaten diindikasikan ada daerah yang rawan pangan. Tetapi yang sudah termonitor tiga daerah itu. Ya, istilahnya berada pada rambu kuning sehingga terus kita pantau agar tidak masuk rambu merah menjadi daerah yang lebih rawan," kata Ketua Badan Ketahanan Pangan Sumsel Qolyubi Nawawi, kepada pers, Kamis (1/12/2005). Menurut Qolyubi, ada 18 indikator suatu daerah disebut rawan pangan. Di antaranya, rawan banjir, kekeringan, sulit dijangkau, tidak ada produksi pangan, sedikitnya infrastuktur, serta iklim lingkungan. "Dari indikator inilah ditentukan lokasi yang bahaya rawan pangan," katanya. Musirawas merupakan daerah yang masyarakatkannya termiskin di Sumsel yakni mencapai 40 persen dari jumlah masyarakat di sana. Maka, faktor ini sangat berpengaruh terhadap ketahanan pangan di suatu daerah. Sebab, walau kebutuhan tersedia, namun daya beli masyarakat sangat rendah. "Untuk menanggulangi masalah ini, kita mengadakan Program Desa Mandiri. Program ini khusus untuk desa yang rawan pangan. Kita sediakan segala kebutuhan pangan dan gizinya," katanya.Sementara soal surplus beras hingga 80 ribu ton pada saat ini serta setiap tahun 400 ribu ton, merupakan analisa utama penyebab penolakan Sumsel terhadap rencana pemerintah mengimpor beras. Apalagi target 2009 pencapaian produksi 2 juta ton. "Pada Februari-Maret, Sumsel sudah panen raya. Jadi memang tidak ada alasan kita untuk impor beras," katanya lagi.
(nrl/)











































