Risma Resmikan Jalan MERR-IIC, DPRD Nilai Kawasan Pinggiran Kian Maju

Mustiana Lestari - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 14:21 WIB
surabaya
Foto: shutterstock
Jakarta -

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini baru meresmikan Jalan MERR-IIC ruang Gununganyar yang menjadi satu dengan Jalan Dr. Ir. H. Soekarno. Peresmian itu dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat dan banyak kalangan. Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono menyambut gembira atas dibukanya ruas jalan baru.

"Bertahun-tahun masyarakat menunggu dibukanya jalan di Gununganyar. Kini, akses masyarakat menjadi tanpa hambatan kalau menuju jalan tol Pondok Nirwana," kata Adi Sutarwijono dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2020).

DPRD tidak henti mendorong pembangunan di kawasan pinggiran Kota Surabaya terus menggeliat. "Dengan diresmikan ruas jalan MERR di Gununganyar, maka mobilitas penduduk menjadi lebih tinggi lagi. Akses jalan masyarakat menjadi cepat, misal menuju tengah kota. Atau mobilitas penduduk dari timur ke barat, dan sebaliknya," kata Adi Sutarwijono.

Dia menilai kini pembangunan terus menggeliat di wilayah-wilayah. Di Surabaya Barat lebih dulu stadion megah Gelora Bung Tomo. Kini, lagi dikerjakan proyek Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Ada juga RS Bhakti Dharma Husada,

Sementara, di timur sudah menikmati pembangunan Jalan MERR. Tahun 2020, juga dirancang perencanaan rumah sakit tipe C. Tahun 2021 diharapkan akan dilaksanakan pembangunan fisiknya.

"Saya juga menitipkan aspirasi masyarakat pada Wali Kota Bu Risma, yang meminta tambahan SMP Negeri di Gununganyar. Juga ada permintaan SD Negeri. Usulan itu akan dikaji Pemerintah Kota," kata Adi.

Isu keadilan sosial, yang dituangkan dalam pemerataan pembangunan, terus disuarakan kalangan pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya. DPRD berusaha memperjuangkan hak-hak masyarakat di kawasan pinggiran.

"Di Keputih, telah dibangun taman rekreasi di area yang luas. Selain itu dibangun rumah susun untuk masyarakat yang tidak mampu," kata Adi.

Dengan dibangunnya infrastruktur, salah satunya pembukaan jalan raya, muncul efek-efek sosial yang mengikuti. Tempat-tempat restoran dan tempat kuliner, di antaranya yang paling banyak menjamur. Ada efek ekonomi yang menggeliat yang berpengaruh pada perputaran uang dan penyerapan tenaga kerja.

"Pembangunan kawasan pinggiran terus menggeliat. Tinggal di kawasan pinggiran, kini serasa tinggal di tengah kota. Karena banyak restoran, tempat rekreasi keluarga, taman, fasilitas publik, yang dibangun pemerintah dan swasta," kata Adi.

Simak Juga Video "Penangguhan Dikabulkan, Zikria Penghina Risma Bebas"

[Gambas:Video 20detik]

(mul/mpr)