Indonesia Targetkan Eliminasi Kusta di Seluruh Daerah 2010

Indonesia Targetkan Eliminasi Kusta di Seluruh Daerah 2010

- detikNews
Kamis, 01 Des 2005 16:57 WIB
Jakarta - Pemerintah berharap bisa mengeliminasi penyakit kusta di seluruh Indonesia pada 2010. Jumlah penderita kusta di Indonesia kini menduduki urutan ketiga di dunia setelah India dan Brazil. Hal itu disampaikan Menkes Siti Fadilah Supari dalam pembukaan pertemuan kelompok kerja eliminasi kusta bersama Presiden The Nippon Foundation Yohei Sasakawa di Gedung Depkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (1/12/2005). Temuan baru pada tahun 2004 mencatat penderita kusta mencapai 16.572 orang. Kondisi ini cukup memprihatinkan karena kusta tidak hanya merupakan masalah kesehatan saja, tapi juga masalah sosial dan HAM."Penderita kusta mengalami stigma sosial, isolasi, dan kehilangan hak-haknya. Pasien yang telah sembuh dan keluarganya juga menderita trauma sosio-psikologis dan kemiskinan," katanya.Indonesia sebetulnya secara nasional telah mencapai tingkat eliminasi kusta pada tahun 2000 dengan menurunkan tingkat rata-rata penderita di bawah satu orang untuk tiap 10.000 penduduk dengan poin 0,95.Sebanyak 287.274 telah disembuhkan sejak 10 tahun lalu lewat program multi drug treatment. Namun 12 provinsi di Indonesia masih memiliki tingkat penderita kusta di atas 1 orang per 10.000 penduduk. Provinsi ini adalah NAD (1,51), Kalimantan Selatan (1,07), Jawa Timur (1,67), Sulawesi Utara (2,57), Sulawesi Tengah (1,17), Sulawesi Selatan (2,02), Sulawesi Tenggara (1,21), Gorontalo (3,62), NTT (1,17), Maluku Utara (9,51), Maluku (3,47), dan Papua (4,62).Untuk itu, Indonesia merencanakan mengeliminasi kusta di seluruh provinsi dan kabupaten di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2010 sesuai visi Indonesia Sehat 2010."Pemerintah telah menargetkan eliminasi kusta di seluruh daerah akhir tahun 2010. Program utamanya dengan diagnosa perawatan efektif dan advokasi dana untuk program pengendalian kusta," katanya.Usai sambutan, Menkes kepada wartawan kembali meminta agar masyarakat memperhatikan para penderita kusta. "Kusta bisa diobati dan obatnya gratis. Jadi jangan membuat stigma terhadap mereka," katanya. (umi/)


Berita Terkait