Majelis Syuro PKS Didesak Jelaskan Soal Fuad Bawazier
Kamis, 01 Des 2005 16:44 WIB
Jakarta - Isu mantan Menkeu Fuad Bawazier diusulkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masuk bursa kabinet menjadi perbincangan serius di kalangan kader partai. Beberapa kader PKS mendesak Majelis Syuro PKS untuk menjelaskan secara gamblang isu yang berkembang ini."Masalah ini sensitif karena menyangkut kader dan partai. Untuk itu, saya berharap ini di-floor-kan di Majelis Syuro PKS. Karena saya sendiri tidak tahu dan belum menerima pernyataan resmi pencalonan Fuad menjadi menteri," ungkap anggota Majelis Syuro PKS Mustafa Kamal saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (1/12/2005).Sekretaris FPKS ini mengaku tidak tahu-menahu munculnya nama Fuad Bawazier masuk bursa calon menteri yang diusulkan PKS, jika Presiden SBY jadi melakukan reshuffle kabinet."Yang jelas, hasil rapat Majelis Syuro sudah menegaskan dalam mendukung pemerintahan SBY-Kalla kita bersikap lebih kritis. Karena ada indikasi kembalinya kekuatan Orde Baru dalam pemerintahan SBY-Kalla," ujarnya.Dengan demikian, lanjut Mustafa, siapa pun yang dicalonkan PKS bukan merupakan orang-orang yang mencerminkan kembalinya kekuatan lama. Termasuk penunjukan personel menteri sangat penting, apakah mencerminkan kekuatan lama atau kekuatan reformis."Untuk itu saya berharap jika memang bisa menimbulkan perbedaan pendapat yang tajam, apakah seseorang yang dicalonkan mempunyai nilai Orba atau tidak, sebaiknya dihindari. Tapi ini tidak terkait dengan pencalonan Fuad Bawazier atau yang lainnya," kata anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PKS ini.Diakui Mustafa, setiap ada keputusan penting yang akan diambil PKS, biasanya diputuskan dalam rapat Majelis Syuro. Jadi memang perlu ada forum klarifikasi, karena ingin adanya kejelasan."Tentunya, meski ada calon, kita musyawarahkan dulu, karena ini terkait pencitraan publik terhadap PKS dan kinerja pemerintahan. Tapi dalam rapat Majelis Syuro kemarin, kita tidak meminta jatah menteri, karena itu hak presiden. Tapi kita harus konsekuen untuk menaati penilaian yang tidak mewakili kekuatan-kekuatan lama," tegas dia.
(jon/)











































