Di Cirebon, MPR Ajak Lestarikan Nilai Luhur Warisan Sunan Gunung Jati

Akfa Nasrulhak - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 11:45 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR Siti Fauziah, menuturkan banyak nilai luhur yang diwariskan Sunan Gunung Jati kepada bangsa ini. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat meneladani sosok Sunan Gunung Jati dengan menerapkan nilai-nilai yang telah diwariskannya.

"Kita sebagai penerus bangsa harus melestarikan nilai-nilai luhur itu," tegas Siti, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2020).

Hal itu disampaikannya dalam 'Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat' di Pendopo Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). Acara yang terselenggara atas kerja sama Setjen MPR kerja sama dengan Kasepuhan Cirebon ini merupakan dalam rangka Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam acara bertema 'Menggali Nilai-Nilai Luhur di Masa Kesultanan Cirebon Sebagai Pondasi Jati Diri Bangsa' itu, dibedah buku karya Prof Dadan Wildan yang berjudul 'Sunan Gunung Jati: Petuah, Pengaruh, Dan Jejak-Jejak Sang Wali di Tanah Jawa'.

Siti mengatakan kegiatan yang digelar itu bertujuan selain untuk menampung aspirasi masyarakat juga untuk menambah referensi literatur terutama karya tulis dan karya ilmiah dengan beragam tema, seperti politik, hukum, dan ketatanegaraan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan akan memperkaya koleksi dan referensi literatur yang berguna bagi masyarakat, terutama untuk anggota MPR dan pegawai Setjen MPR," ujar Siti.

Acara tersebut juga mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat di kota empal gentong itu. Puluhan guru dan ratusan siswa dari SMK Informatika Al-Irsyad Al-Islamiyah, SMK Al-Istiqomah, SMK Presiden, SMK Taman Karya Madya, MAN 1, MGMP Guru Sejarah, serta Komunitas Literasi, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati, juga abdi dalem kasepuhan berduyun-duyun mendatangi acara itu.

Sultan Sepuh XIV dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Setjen MPR sebab mengadakan acara ini di tengah-tengah maraknya isu deklarasi Sunda Empire serta Keraton Agung Sejagat.

"Betapa pentingnya kita memahami sejarah serta nilai nilai luhur bangsa," tuturnya.

Sementara itu, Prof Dadan Wildan mengatakan buku 'Sunan Gunung Jati' yang dibedah dalam acara itu bisa tersusun setelah dirinya meriset budaya kacirebonan selama 5 tahun. Dalam buku yang merupakan disertasinya itu terungkap nilai-nilai luhur yang ditauladan dan diwariskan oleh Sunan Gunung Jati.

Dipaparkan di hadapan peserta acara, Sunan Gunung Jati banyak menancapkan tonggak politik dalam menjalankan pemerintahan dengan tetap memberikan keteladanan dari sisi religius. Dari sinilah menurut Dadan Wildan, Sunan Gunung Jati dipersonifikasi sebagai sosok pemimpin agama dan politik.

"Dalam menjalankan pemerintahan, Sunan Gunung Jati menjalankan tiga faktor utama," ungkapnya.

Tiga faktor itu adalah, membangun kehidupan yang religius, pembangunan ekonomi, serta pembangunan stabilitas politik, baik di Cirebon maupun di luar wilayah Cirebon. Dari sinilah Cirebon dan sekitarnya tercipta masyarakat yang sejahtera.

Tak hanya itu, lanjut Dadan, keulungan Sunan Gunung Jati saat menunaikan tugas sebagai Pemimpin Kasultanan Cirebon, ia juga terkenal sebagai diplomat ulung.

"Penyelesaian perselisihan diselesaikan dengan cara komunikasi melalui agama, seni, dan budaya," paparnya.

(akn/ega)