Sindikat Perampok Berpistol Gasak Gaji Guru 2 SMP
Kamis, 01 Des 2005 16:19 WIB
Pekanbaru - Nasib malang menimpa para guru SMPN 25 dan SMPN 22 Pekanbaru. Awal bulan ini gaji mereka bakal tertunda. Sebab, gaji mereka keburu digasak perampok bersenjata api. Hari ini, Kamis (1/012/2005) para guru kedua SMP itu gigit jari. Semestinya uang gaji sudah bisa diterima, tapi terpaksa tertunda. Sebelum gaji sampai ke tangan mereka, dua perampok bersenjata api membawa kabur sumber penghidupan mereka. Peristiwa perampokan di dua lokasi ini terjadi dengan waktu yang hampir bersamaan. Pertama kali, nasib apes menimpa gaji guru SMP 25. |Gaji mereka dirampok sekitar pukul 09.30 WIB di Jl Kartama, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Ceritanya, pagi itu sebagaimana biasa, Bendahara SMPN 25, Rizal Ahmad, bersama seorang stafnya mengambil gaji di Bank Syariah Mandiri Jl Sudirman, Pekanbaru. Dua orang yang bertugas mengambil gaji ini tidak sadar jika sudah dibuntuti dua perampok. Setelah menerima uang gaji sebanyak Rp 37 juta yang dimasukkan dalam kantong plastik warna hitam, mereka pun meninggalkan Bank Syariah Mandiri. Menjelang 30 meter dari pagar sekolah SMPN 25 tersebut, dua perampok naik sepeda motor RX King warna hitam sudah menghadang mereka. Melihat gelagat tak baik, Rizal Ahmad mencoba menyelamatkan uang tersebut. Aksi tarik menarik kantong plastik warna hitam berisi uang itu di sekitar sekolah pun terjadi. Untuk bisa menguasai uang tersebut, kedua perampok menodongkan senjata api. Buntutnya, Rizal pun tidak bisa berkutik. Dengan cepat gaji para guru pun berpindah ke tangan bandit. Nasib apes ini lalu berpindah ke SMPN 22 di Jalan Sidodadi. Alkisah, guru SMPN itu yang bernama Abrar yang baru saja mengambil gaji rekan-rekannya, dirampok menjelang pintu gerbang sekolah. Gaji Rp 9,8 juta pun amblas digondol perampok yang juga naik RX King.Kapolsek Bukit Raya AKP Des Ando ketika dikonfirmasi detikcom membenarkan dua kejadian tersebut. Menurutnya, kedua peristiwa perampokan dengan waktu yang hampir bersamaan itu dilakukan satu komplotan spesialis perampok. "Kita menduga, para perampok ini ini memiliki satu jaringan. Sejumlah lokasi yang kita curigai sebagai tempat pelarian sudah kita sisir. Kita terus berupaya mengungkap kasus perampokan ini," kata Des Ando.
(nrl/)











































