Diserang Anjing, Seorang Perempuan Kehilangan Wajah
Kamis, 01 Des 2005 16:00 WIB
Jakarta - Gara-gara diserang seekor anjing, perempuan berusia 38 tahun ini harus kehilangan sebagian wajahnya. Tidak tanggung-tanggung, hidung, dagu dan kedua bibirnya rusak parah dalam serangan mengerikan itu.Peristiwa itu menimpa seorang perempuan Prancis yang dirahasiakan identitasnya. Berkat kemajuan dunia medis, bagian wajah yang hilang itu bisa digantikan: dengan wajah orang lain! Para dokter bedah Prancis berhasil melakukan transplantasi wajah parsial pada perempuan itu.Ini merupakan transplantasi wajah yang pertama di dunia. Operasi rumit itu dilakukan para spesialis dari dua rumah sakit Prancis. Transplantasi dilakukan dengan mengambil jaringan kulit, otot, pembuluh nadi dan vena dari seorang perempuan yang mengalami mati otak. Jaringan itulah yang dipasangkan ke wajah pasien."Pasien saat ini dalam kondisi bagus dan transplantasi kelihatannya normal," demikian pernyataan rumah sakit seperti diberitakan Reuters, Kamis (1/12/2005). Operasi itu telah dilakukan pada Minggu (27/11/2005) lalu di kota Amiens, Prancis.Meski jiwanya selamat dari serangan anjing pada Mei lalu, namun perempuan itu harus kehilangan hidung, dagu dan kedua bibirnya. Kini setelah operasi, wajahnya kembali berbentuk, meski harus menggunakan bagian wajah orang lain.Statemen rumah sakit tidak menyebutkan bagaimana tampang sang pasien begitu dia sembuh total nanti. Namun menurut pakar-pakar medis, tidak mungkin dia akan menjadi mirip dengan wajah pendonor.Operasi ini dipimpin oleh Jean-Michel Dubernard, spesialis dari rumah sakit di kota Lyon, yang juga pernah melakukan transplantasi tangan, dan Bernard Devauchelle, spesialis dari rumah sakit di Amiens.Selama ini transplantasi kulit memang sudah lama digunakan untuk menangani dampak luka bakar dan lainnya. Namum operasi di sekitar mulut dan hidung dianggap sangat sulit karena daerah tersebut sangat sensitif terhadap jaringan asing.Namun meski keberhasilan transplantasi ini patut diacungi jempol, tapi masih banyak kemungkinan buruk yang mengintai perempuan Prancis itu. Dia berisiko mengalami masalah kesehatan jika tubuhnya nanti menolak jaringan donor. Bahkan ada pula risiko jangka panjang, yakni obat-obatan yang dipakai dalam operasi itu bisa menimbulkan kanker.
(ita/)











































