Alfian Tanjung Dipolisikan soal 'Rezim Komunis', Pengacara: Yakin Ditolak

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 08:45 WIB
Alfian Tanjung di Rutan Medaeng
Alfian Tanjung (Foto: Zaenal Effendi)
Jakarta -

Kuasa hukum Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri tak ambil pusing soal kliennya yang dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait pernyataannya yang menyebut rezim hari ini 'rezim komunis' dalam sebuah potongan video yang viral di media sosial. Abdullah Alkatiri malah balik mempertanyakan kapasitas pelapor.

"Saya lihat itu yang lapor Muannas (Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid) ya, emang itu hobi melaporkan, nggak tau, apa nggak punya kerjaan. Kemudian kapasitas dia sebagai apa dia melapor apa? apa dia yang dirugikan," kata Abdullah Alkatiri saat dihubungi, Selasa (18/2/2020).



Abdullah Alkatiri merupakan pengacara Alfian Tanjung saat kasus penyebaran ujaran kebencian terhadap PDIP lalu. Abdullah juga menyatakan bahwa dirinya akan dihubungi Alfian jika Alfian mendapatkan persoalan hukum nantinya.

Ia menilai Muannas tidak memiliki kapasitas untuk melaporkan Alfian Tanjung. Sebab, Abdullah menyebut apa yang dikatakan Alfian merupakan hasil kajiannya selama bertahun-tahun.

"Alfian Tanjung itu orang pemerhati, orang yang meneliti komunis sudah 20 tahun lebih. Dia tidak rela komunis hadir kembali, karena jelas di Tap MPR jelas, kemudian bahkan sudah atur di KUHP," ujarnya.

Abdullah juga menanggapi soal Alfian yang dituduh menyebarkan berita bohong dalam laporan Muannas itu. Abdullah menyebut Muannas lah yang sebenarnya tidak paham soal kajian komunis dari Alfian Tanjung itu sehingga menilainya sebagai berita bohong.

"Kalau ustad itu bicara pasti ada dasarnya, bohong kan menurut dia orang yang tidak tahu, orang yang tidak pernah kaji komunis yakan begitu. Ada orang ahlinya kan aneh, kalau dia kajian dibilang bohong, ilmu dibilang bohong terus yang benar yang mana?" ucapnya

Selanjutnya
Halaman
1 2