ADVERTISEMENT

Round-Up

Polisi Proaktif Tangani Heboh Limbah Radioaktif

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 22:06 WIB
Tim Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) dari Korps Brimob Polri diterjunkan ke lokasi yang terpapar radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (15/2/2020). Tim KBR mengecek di titik paparan radioaktif.
Gegana Cek Radioaktif di Batan Indah Tangsel. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Polisi proaktif menangani penemuan limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Bareskrim Polri sudah mengambil tanah di lokasi penemuan limbah radioaktif untuk diteliti.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo akan menyelidiki penyebab adanya zat berbahaya di permukiman warga itu. Sigit mengatakan penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri.



Rangkaian penyelidikannya sendiri, Polri akan melakukan pengecekan di lapangan, pemeriksaan saksi-saksi, ahli dan koordinasi dan kegiatan teknis lainnya.

"Semua ini dalam rangka Polri menjamin keselamatan warga, memberikan rasa aman, serta perlindungan jangan sampai hal ini terulang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, kepada wartawan, Minggu (16/2/2020).

Dalam penemuan ini, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menduga ada pihak yang sengaja membuang limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah. Bapeten juga memastikan akan menginvestigasi dugaan tersebut.



Secara terpisah, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra, mengatakan, pihaknya menurunkan tim khusus dalam penyelidikan temuan limbah radioaktif tersebut. Tim khusus itu terdiri dari jajaran Kepolisian Polda Metro Jaya, Polres Tangerang Selatan, Puslabfor Polri, hingga Gegana Detasemen E yang memiliki kemampuan khusus menangani limbah radioaktif.

Adapun dugaan limbah radioaktif digunakan sebagai aksi terorisme pernah terjadi di Bandung. Terduga teroris di Bandung berencana meledakkan bom kimia di Mako Brimob hingga Istana Negara akhir Agustus tahun 2017. Jika bom kimia tersebut meledak, maka dampaknya sangat berbahaya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT