Wayang Kondom Digelar di Solo
Kamis, 01 Des 2005 15:54 WIB
Solo - Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada hari Kamis (1/12/2005) ini diperingati dengan sejumlah aksi dan pentas seni di Kota Solo. Namun inti acaranya sama mengingatkan tentang bahaya AIDS dan meminta kepedulian seluruh pihak untuk memperhatikan para korbannya.Belasan aktivis Yayasan Kakak, sebuah LSM di Solo yang bergerak di bidang perlindungan anak-anak, menggelar demo dan bagi-bagi selebaran di Bundaran Gladag. Isi selebaran maupun orasi berkisar pada imbauan mewaspadai penularan virus HIV penyebab AIDS serta berbagai cara yang harus ditempuh untuk mendampingi korban yang telah terjangkiti.Sebelumnya, tempat yang sama dipakai oleh aktivis dari BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), juga untuk aksi serupa. Poster-poster dan spanduk yang menyuarakan sikap anti-seks bebas mereka gelar untuk mencegah penularan AIDS.Masih dari aktivis kampus, di Boulevard Kampus Universitas Negeri Surakarta (UNS), puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS Solo menggelar aksi pengumpulan tanda tangan. Menamakan diri sebagai Standing Committee on Reproduction Health including HIV/AIDS (Scora) mereka membentangkan kain putih sepajang enam meter untuk menampung tanda tangan.Kain yang telah dibubuhi tanda tangan kepedulian terhadap persoalan HIV/AIDS itu akan dikirim ke Center for Indonesian Medical Students Activities (CIMSA) di Jakarta dan selanjutnya akan dipasang di Bundaran HI Jakarta, bersama tanda tangan lain yang dikumpulkan dari kampus-kampus lain di Indonesia.Selain itu kepada pengguna jalan serta civitas akademika yang melintasi areal aksi Scora juga membagikan stiker bertuliskan 'We care on HIV/AIDS' dan membagikan selebaran berisi informasi seputar penularan AIDS berikut cara pencegahannya.Kaum diffabel di Solo yang bergabung pada Yayasan Talenta dan Interaksi juga tidak mau ketinggalan. Mereka juga menggelar aksi di Jalan Diponegoro, mengajak masyarakat mewaspadai penularan HIV/AIDS.Tidak cukup itu, para penyandang cacat itu juga menggelar pentas wayang yang berisi penyuluhan tentang AIDS. Untuk menarik penonton, wayang yang digelar dengan dalang Ki Slamet Gundono itu bukan menggunakan tokoh-tokoh klasik dunia pewayangan tapi tokoh ciptaan baru dengan konteks kekinian. Nama wayangnya pun dibuat cukup sensasional; wayang kondom.
(nrl/)











































