Kasus Renovasi Gereja di Kepri, Mahfud: Tak Ada Pendeta Dipanggil Polisi

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 21:00 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md.
Foto: Menko Polhukam Mahfud Md. (Kadek-detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menyebutkan kasus penolakan renovasi gereja di Karimun, Kepri, telah selesai. Mahfud menyebut, dalam kasus ini, tidak ada pendeta yang dipanggil polisi.

"Kemarin saya dikontak Romo oleh beberapa orang, kok di sana ada orang dipanggil polisi? Saya sudah cek itu bukan pendeta," ujar Mahfud kepada wartawan di Hotel Bidakara Jakarta, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).



Mahfud mengatakan telah melakukan komunikasi dengan polisi setempat terkait isu yang menyebut ada pendeta dipanggil polisi. Dia mengatakan pihak yang dipanggil polisi tersebut bukan pendeta, melainkan pihak yang melakukan provokasi lewat media sosial.

"Saya sudah cek, itu bukan pendeta. Itu orang pembuat lukisan yang dianggap provokatif di medsos. Namanya (insialnya) RP. Saya tanya ke polisi itu pendeta? Bukan kata polisi," sambungnya.

Sebelumnya, Mahfud juga memastikan jika konflik renovasi gereja di Karimun Kepri sudah selesai. Dia memastikan saat ini semua pihak menahan diri dan menunggu hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) setempat.



Lebih jauh, Mahfud menyebut jika pangkal masalah renovasi gereja di Karimun Kepri adalah perbedaan tafsir terkait renovasi dan pembangunan. Semua pihak, kata Mahfud saat ini menahan diri untuk tidak melakukan langkah apa pun yang dapat membuat ketegangan.

"(Sekarang) menunggu keputusan PTUN menyangkut tafsir antara renovasi dan pembangunan. Dulu izinnya memang sudah direnovasi," ujar Mahfud

"Apakah izin mendirikan bangunan sama dengan renovasi atau tidak, itu kan yang jadi pokok masalah. Nah itu sekarang sedang di PTUN dan di sana sekarang tenang," lanjutnya.

(idn/idn)