Ahok Bicara soal Tembak Duluan Jika Ketemu Teroris

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 19:08 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Ahok dalam acara peluncuran buku.
Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan pandangannya soal makna hak asasi manusia (HAM). Bagi Ahok, menembak teroris tidak melanggar HAM jika itu justru menyelamatkan nyawa banyak orang.

Mulanya Komisaris Utama PT Pertamina ini mencontohkan pandangannya soal HAM dengan situasinya ketika harus berhadapan dengan orang yang membawa senjata. Hal ini ia sampaikan dalam acara peluncuran bukunya 'Panggil Saya BTP' dalam acara Ngobrol Tempo di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

"Kalau menyerang saya, selama senjata di tangan saya, kamu mau nembak, saya usahakan tembak duluan. Kalau sama-sama tembak urusan kedua," kata Ahok.

Ahok lantas bercerita soal pengalamannya ketika memindahkan warga dari Waduk Pluit. Ahok mengaku sempat dituduh melanggar HAM.

"Makanya ketika saya pindahkan orang orang ke rumah susun, dari Waduk Pluit, saya disebut melanggar HAM. Saya bilang, HAM apa, hamburger?" ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2