Kelakar Ahok soal Ekses Perjuangan dan Jabatan Presiden

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 18:09 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat di temui di kantornya Balai Kota, Jakarta Kamis (06/11/2014). Ahok
Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berkelakar terkait jabatan presiden. Ahok menepis anggapan semua orang bahwa dirinya tak mungkin menjadi presiden. Apa maksudnya?

Ahok berbicara dalam acara peluncuran bukunya 'Panggil Saya BTP' di acara Ngobrol Tempo di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020). Dia awalnya ditanya mengenai ambisi politiknya setelah kasus dugaan penistaan agama dan kalah di Pilgub DKI. Ahok lantas bicara mengenai perbedaan ambisi politik dan jalan perjuangan.

"Orang bilang ambisi politik saya mau terjemahkan kira-kira gini. Apa beda saya dengan politisi secara umum, kalau kamu ambisinya adalah politik, maka ketika kamu naik, kamu akan mempertahankan kursi kamu selama-lamanya, itu kamu ambisi politik karena ambisi tapi kalau kamu memperjuangkan kebenaran, keadilan dan prikemanusiaan, kamu tidak pernah mempertahankan kekuasaan, kamu hanya akan terus memperjuangkan terwujudnya keadilan sosial tadi, di mana konstitusi dilaksanakan," kata Ahok.

Ahok mengatakan sikapnya tidak akan berbeda saat dia menjadi pejabat atau masyarakat biasa. Dia menegaskan tidak pernah mengincar suatu jabatan.

"Saya tidak pernah menginginkan sebuah jabatan, saya hanya menginginkan ketika pelanggaran terjadi, saya memperjuangkan itu," ujar dia.

Barulah Ahok bercerita mengenai jabatan presiden. Dia berkelakar bahwa dirinya masih bisa menjadi presiden direktur.

"Nah kalau memperjuangkan itu, eksesnya saya jadi presiden, itu ekses, bukan saya mengincar kursi presiden. Orang bilang kamu nggak mungkin jadi presiden, pasti mungkin dong.... jadi presiden direktur...," kata Ahok sambil tertawa.

Simak Video "Andre Rosiade Ngaku Baru Dibully Buzzer Usai Sindir Ahok"

[Gambas:Video 20detik]

(knv/fjp)