ADVERTISEMENT

Gegana Bantu Atasi Limbah Radioaktif, Polri Pastikan Tak Terkait Aksi Teror

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 16:53 WIB
Tim Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) dari Korps Brimob Polri diterjunkan ke lokasi yang terpapar radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan (15/2/2020). Tim KBR mengecek di titik paparan radioaktif.
Tim Gegana ikut bantu atasi limbah radioaktif (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Polri membantu menyelidiki kasus terpaparnya limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan. Dalam penyelidikan, Polri tidak menemukan indikasi keterkaitan antara limbah radioaktif itu dengan aksi terorisme.

"Sementara kami tidak berkesimpulan ke sana (terkait aksi teror). Semua masih dalam proses penyelidikan," kata Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Asep Adi Saputra kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

Asep mengatakan polisi menurunkan tim khusus dalam penyelidikan temuan limbah radioaktif tersebut. Asep menyebut tim khusus itu terdiri dari jajaran Kepolisian Polda Metro Jaya, Polres Tanggerang Selatan, Puslabfor Polri, hingga Gegana Detasemen E yang memiliki kemampuan khusus menangani limbah radioaktif.

"Khusus di Detasemen E itu punya kemampuan kimia, biologi dan radioaktif. Jadi dia sangat match dan urgensinya ada, kerja sama dengan Bapetan. Karena ini yang diselidiki adalah radioaktif," katanya.

Adapun dugaan limbah radioaktif digunakan sebagai aksi terorisme pernah terjadi di Bandung. Terduga teroris di Bandung berencana meledakkan bom kimia di Mako Brimob hingga Istana Negara akhir Agustus tahun 2017. Jika bom kimia tersebut meledak, maka dampaknya sangat berbahaya.

Dilansir Reuters, para terduga teroris tersebut akan mengubah radioaktif jenis Thorium 232 (Th-232) menjadi Uranium 233 (U-233) yang dapat mematikan. Menurut panduan instruksi, para terduga teroris akan menggabungkan Uranium (U-233) dengan Triacetone Triperoxide (TATP) buatan sendiri, yang diduga mampu menciptakan 'Bom Nuklir'.

TATP adalah sebuah perangkat yang dibilang cukup efektif untuk penyebaran radiologis bom kimia. TATP juga bisa menyemprotkan bahan radioaktif saat bom konvensional meledak.

Simak Video "Hujan Deras, Pengangkutan Limbah Radioaktif di Tangsel Dihentikan!"

[Gambas:Video 20detik]

(fas/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT