Setelah Menjawab Halo, Santi Wahid Matikan HP
Kamis, 01 Des 2005 14:42 WIB
Jakarta -
Meski kebohongannya telah terbongkar, namun Santi Wahid tetap mempertahankan nomor ponselnya hingga Kamis (1/12/2005). Nomor itu disimpan oleh kubu Yenny Gus Dur maupun pengacara dari kantor Adnan Buyung Nasution, Erry Hertiawan. Erry adalah salah satu korban Santi. Handphone-nya diembat perempuan yang mengaku asal Semarang itu.Meski mempertahankan nomor ponselnya, namun untuk memancing Santi bicara, sungguh sulit. detikcom perlu berkali-kali menghubunginya untuk mendengar kata "halo" darinya.Semula, saat dikontak lewat telepon fixed line, terdengar nada mailbox dari ponsel Santi. Kedua kali, terdengar nada sibuk. Lalu dicoba mengontaknya dengan handphone. Benar, diangkat. Namun yang terdengar hanya kata-kata singkat. "Halo, siapa ini?" begitu suara perempuan di seberang telepon.Setelah itu sambungan terputus. Eh tak dinyana suara di ujung itu balik menelepon. Setelah detikcom memperkenalkan diri, Santi berulang kali mengaku tidak bisa mendengar dengan baik. Pertanyaan yang dilontarkan antara lain apakah dia menghadiri deklarasi Partai Demokrasi Pembaruan hari ini atau tidak. Pertanyaan lainnya tak sempat terlontar karena Santi terus berteriak-teriak mengaku tak bisa mendengar. Akhirnya sambungan pun terputus. Saat di-SMS, Santi juga tidak membalas hingga pukul 14.40 WIB.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































