Istri Polly Kecewa Tuntutan JPU
Kamis, 01 Des 2005 14:20 WIB
Jakarta - Yusera Iswandari, istri Pollycarpus Budihari Priyanto, tidak menduga suaminya dituntut penjara seumur hidup. Tuntutan yang dibacakan JPU bagai petir di telinganya. Yusera pun mengaku kecewa berat.Yusera yang sudah tidak mampu menahan kekecewaannya itu hanya bisa berteriak-teriak. "Hidup jaksa, hidup jaksa," teriaknya dengan kesal usai sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Kamis (1/12/2005). Teriakan itu jelas merupakan 'ejekan' pada jaksa yang menuntut suaminya dengan hukuman berat.Semula Yusera enggan bicara dengan wartawan. Tatapan matanya tidak mau lepas dari suaminya, Polly, yang dikawal ketat petugas keamanan saat meninggalkan gedung pengadilan. Namun setelah didesak, Yusera akhirnya bersedia buka mulut. "Saya kecewa. Suami saya telah dikorbankan dengan tuduhan dan tuntutan yang hebat. Hidup jaksa!" teriaknya lagi.Yusera mengaku masih memiliki ganjalan terkait ucapan mantan Sekretaris Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, Usman Hamid, mengenai adanya aliran dana yang masuk ke kantong suaminya."Tolong pernyataan Sekretaris TPF yang akan menyelidiki adanya aliran dana diklarifikasi, apakah dana yang dimaksud itu untuk Polly. Kalau ada katakan ada, kalau tidak katakan tidak. Kami akan menerimanya," tandas dia.Upaya klarifikasi itu diperlukan supaya para aktivis HAM yang waktu sidang menuduh suaminya pembunuh bayaran bisa mempertanggungjawabkan kata-katanya. "Ini bukan insiden. Ini diucapkan dari hati nurani," tegasnya dengan nada berapi-api.
(umi/)











































