Usai Beli Minuman Keras, 4 Pemuda Bunuh Intel Kodim

Usai Beli Minuman Keras, 4 Pemuda Bunuh Intel Kodim

- detikNews
Kamis, 01 Des 2005 14:01 WIB
Kupang - Maksud hati membela mertua, justru maut menjemputnya. Inilah yang dialami Sersan satu Olivio De Rosasoa (32) anggota intelijen Kodim 1605 Sikka Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia tewas dibacok 4 pemuda yang sebelumnya membentak-bentak mertuanya.Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Fatisomba, Kecamatan Mita, Sika, NTT, Rabu (30/11/2005) malam pukul 22.30 Wita. Empat orang pemuda, salah satunya bernama Kosmas Damianus membeli minuman keras di rumah mertua korban. Saat transaksi harga, Kosmas dan kawan-kawan membentak mertua korban. Karena merasa terancam, sang mertua melaporkan kepada sang menantu Olivio. Mendapat laporan sang mertua, Olivio naik pitam dan segera mendatangi rumah keluarga Kosmas. Terjadi cekcok mulut dan berlanjut ke perkelahian. Olivio dikeroyok dan tewas dibacok parang.Kapolda NTT Brigjen Pol Edward Aritonang saat dihubungi di Kupang, Kamis (1/12/2005) mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, motif pembunuhan diduga terkait masalah dendam lama antara para pelaku dan korban. "Polisi akan mencari tahu alasan pembunuhan itu," kata Aritonang. Ia menambahkan, laporan sementara yang diterima dari Polres Sikka bahwa para pelaku berjumlah lima orang. Salah satunya bernama Kosmas Damianus sudah menyerahkan diri ke aparat kepolisian setempat, sementara empat lainnya masih buron. "Mereka akan terus dikejar," tandas Kapolda.Sumber dari Polres Maumere mengatakan, insiden itu bermula dari pesta minuman keras yang dilakukan oleh pemuda desa Pati Somba. Pada malam kejadian, Kosmas sementara membeli sebotol minuman keras di sebuah warung milik mertua korban. Karena terjadi selisih harga maka pelaku dan ibu mertua korban terlibat pertengkaran mulut. Pelaku sempat mengeluarkan kalimat bernada ancaman. Korban yang secara kebetulan mendengar pertengkaran tersebut mencoba melerai namun para pelaku terlebih dahulu meninggalkan lokasi pertengkaran.Sesaat kemudian korban memutuskan untuk mencari para pelaku dirumah mereka yang jaraknya sekitar 12 kilometer dari Kota Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka. Kehadiran korban yang diketahui sebagai anggota intelijen TNI langsung mendapat perlawanan dari para pelaku dengan senjata tajam. "Korban langsung jatuh tersungkur setelah dibacok dengan parang dibagian wajah dan badannya. Saya sudah koordinasi dengan Danrem 161 Wirasakti Kupang Kolonel Inf. Airwin Paul John Noch Bola agar bisa mengendalikan anggotanya karena para pelaku adalah masyarakat sipil," kata Kapolda Aritonang. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads