Kisah Penantian 8 Bulan Ayah Serda Ikrar Korban Jatuhnya Heli MI-17

Wilpret Siagian - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 11:03 WIB
Rasmin Nainggolan (kedua dari kiri) orang tua Serda Ikrar Setya Nainggolan di RS Bhayangkara, Polda Papua.
Foto: Rasmin Nainggolan (kedua dari kiri) orang tua Serda Ikrar Setya Nainggolan di RS Bhayangkara, Polda Papua. (Wilpret-detikcom)
Jayapura -

Serda Ikrar Setya Nainggolan menjadi salah satu korban jatuhnya helikopter MI-17 milik TNI-AD dalam penerbangan dari Oksibil ke Jayapura pada 28 Juni 2019 lalu. Keluarga mengaku ikhlas atas kejadian ini.

Sejak helikopter MI-17 hilang kontak, keluarga terus menanti dan berdoa. Rasiman Nainggolan, ayah dari Serda Ikrar Setya Nainggolan tak memiliki firasat apapun akan kepergian anak bungsunya untuk selamanya.

Rasiman mengaku selalu berkomunikasi dimanapun sang anak bertugas. Komunikasi melalui telepon atau pesan singkat tidak pernah putus. Namun pada kejadian ini, Rasiman tak pernah menyangka pesan terakhir yang dikirim kepada sang anak, tak pernah lagi dibalas.

"Saya kirimkan pesan pendek kepada Ikrar saat berada di Oksibil pada 26 Juni 2019 pagi hari, sesaat sebelum kejadian. Biasanya SMS saya langsung dibalas. Tapi, saat itu SMS saya tak dibalas. Sampai sore hari, saya telepon kembali, HPnya sudah tidak aktif," kata Rasiman Nainggolan saat ikut menerima hasil identifikasi korban di RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura, Minggu (16/2/2020) malam.

Selanjutnya
Halaman
1 2