Pakai 100 Drum dan Ekskavator, Pembersihan Radioaktif di Tangsel Lanjut

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 09:43 WIB
Pengangkutan limbah radioaktif di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) dilanjutkan (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Situasi pengangkutan limbah radioaktif di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) dilanjutkan. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Serpong -

Pengangkutan limbah radioaktif di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), dilanjutkan. Proses pembersihan dibantu ekskavator dan 100 drum.

Pantauan detikcom, Senin (17/2/2020) di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, ada 1 ekskavator kecil. Petugas sudah berdatangan dan sedang bersiap-siap melakukan proses clean up.

Peralatan safety atau keamanan diturunkan petugas dari mobil. Garis pembatas pun masih terpasang. Polisi dan TNI melakukan penjagaan di sekitar lokasi.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Heru Umbara menjelaskan clean up yang akan dilaksanakan ini adalah proses lanjutan. Dia mengatakan proses clean up hari ini dibantu Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dengan menurunkan 1 ekskavator kecil.

"Sekarang kita membawa drum kira-kira 100 drum. Mudah-mudahan tidak hujan. Faktor alam ini menjadi kendala buat kita," kata Heru di perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel.

Pakai 100 Drum dan Ekskavator, Pembersihan Radioaktif di Batan DilanjutkanKepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Heru Umbara (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Dia menambahkan proses clean up adalah hal yang menjadi prioritas. Sebab, lanjutnya, proses clean up akan menghilangkan sumber radioaktif yang ada di perumahan Batan Indah. Drum itu nantinya akan dipakai untuk menampung tanah-tanah yang dipindahkan.

Heru mengatakan proses clean up ini akan dilaksanakan sampai sore nanti. Proses clean up yang sekarang dilakukan, sambung dia, adalah mengambil sisa tanah atau tumbuhan yang terpapar radioaktif.

"Sudah nggak ada (serpihan-serpihan). Jadi serpihan atau barang-barang yang dicurigai memberikan paparan yang besar sudah kita bawa semua ke laboratorium di Batan. Sekarang itu membersihkan tanah-tanah atau tanaman yang terpapar karena adanya sumber yang ada di tempat ini," pungkas dia.

(gbr/gbr)