Round-Up

Misteri 'Pembuang' Limbah Radioaktif di Batan Indah

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 20:15 WIB
Pembersihan limbah radioaktif di Komplek Batan (Sachril Agustin-detikcom)
Foto: Pembersihan limbah radioaktif di Komplek Batan (Sachril Agustin-detikcom)
Jakarta -

Badan Tenaga Nuklir Nasional (Bapeten) masih mengidentifikasi soal temuan limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Pelaku 'pembuang' limbah pun masih terus dicari.

Bapeten belum bisa mengetahui apa limbah radioaktif tersebut sengaja dibuang oleh seseorang atau ada kemungkinan lain. Upaya investigasi pun dilakukan, termasuk melibatkan aparat kepolisian.

Adanya limbah radioaktif ini juga diyakini bukan berasal dari kebocoran fasilitas nuklir yang ada di Serpong. Fasilitas nuklir di Serpong dinyatakan aman. Tak ada kebocoran.

Hari ini, limbah radioaktif tersebut mulai diangkut ke Pusat Teknologi Limbah Radioaktif di Serpong Tangerang. Diperkirakan total akan ada 100 drum tanah mengandung radioaktif yang dicek.

Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten Abdul Qohhar mengatakan, sebagian tanah yang terkontaminasi zat radioaktif telah diangkut. Dia menjelaskan Bapeten akan bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk melakukan proses identifikasi dari tanah yang sudah diambil itu.

"Jadi seperti kita, sidik jari. Itu zat radioaktif itu juga ada 'sidik jari'-nya masing-masing. Mudah-mudahan karena kan yang kemarin kami temukan serpihan-serpihan (dari tanah yang telah diangkut)," kata Abdul di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangsel, Minggu (16/2/2020).

Dia mengatakan, tak banyak yang menggunakan Cs 137, jenis unsur radioaktif yang ditemukan di Batan Indah. Pengguna Cs 137 akan tercatat di Batan atau di Bapeten. Bapeten akan melakukan pengecekan dan pendataan ke seluruh pengolah yang memakai unsur Cs 137 di seluruh Indonesia.

Selanjutnya
Halaman
1 2