Suka Duka Bang Calu, Guru SLB yang Cari Tambahan Lewat Ojol

Nurcholis Maarif - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 19:36 WIB
grab
Foto: dok grab
Jakarta -

Syarul Hakim (27) atau biasa dipanggil Bang Calu menekuni pekerjaan sebagai guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis Bunda di Makassar sejak 2015. Pekerjaan itu ia lakoni atas dasar kemauan dirinya sendiri karena sesuai jurusan kuliah.

Bang Calu mengajar dari pukul 7.30 hingga 12.00. Banyak suka duka yang dirasakan Bang Calu selama jadi guru SLB. Sekalipun gaji yang didapat tidak seberapa, kata Bang Calu, ia tetap mensyukuri apa yang dilakukannya.

"Suka dukanya luar biasa sekali. Kalau (siswa) lari langsung keluar sekolah, harus kita jagain. Siswa meludahi, ya kita terima dan ikhlasi. Buat apa marah, sebagai gurunya, kita ajarkan gimana sopan," ucap Bang Calu, dikutip Instagram Grab Indonesia, Minggu (16/2/2020).

"Kita ajarkan gitar, diputus talinya pakai gunting. Drum robek kita ganti. Mereka lupa, kita tetap mengajarnya. Gaji nggak seberapa, tetap disyukuri," imbuhnya.

Untuk mencari rezeki tambahan, ia menjadi driver ojek online (ojol) pada tahun 2017, dan ia lakukan usai selesai mengajar. Ia juga bahkan ikut membantu berdirinya komunitas Lintas Sudiang buat mitra Grab di Makassar.

Sejak mendapat penghasilan tambahan itu, ia akhirnya kini punya motor baru. Bang Calu juga senang berkumpul maupun berkomunitas di Lintas Sudiang

"Tahun 2017, teman daftarin Grab. Kebetulan punya motor kenapa nggak digunakan? Selesai kelas kan masih siang, alangkah baik waktunya dipakai cari tambahan," ungkap Bang Calu.

"Saya siapkan KTP, STNK, SKCK. Training online dan lulus. Sekarang modal motor sama hp, bisa beli motor lagi. Ganti motor untuk pelayanan lebih baik lagi karena motor lama sudah sering diperbaiki," imbuhnya.

Adapun komunitas Lintas Sudiang, kata Bang Calu, sudah beranggotakan lebih dari 100 mitra. Komunitas ini jadi tempat koordinasi antarwilayah mitra.

Mereka juga bergerak untuk ikut membantu teman yang kesusahan, bencana, longsor kebakaran, hingga kecelakaan. Pernah ada anggota komunitas yang sedang begadang lalu share-loc ke anggota yang lain sebagai jaga atau antisipasi keamanan.

"Di sini kita menjunjung persaudaraan, yang tua kita hormati, yang sesama muda menghargai. Supaya kita tidak terpecah belah. Seru sekali berkomunitas," pungkas Bang Calu.

(ega/ega)