Intel TNI Tewas Dibunuh

Intel TNI Tewas Dibunuh

- detikNews
Kamis, 01 Des 2005 13:06 WIB
Kupang - Sersan Satu (Sertu) Olivio de Rosensoa, anggota intelijen TNI Kodim 1603 Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas secara mengenaskan.Dia tewas setelah dianiaya dan dibacok berulang kali dengan sebilah parang oleh sekelompok pemuda Desa Pati Somba, Kecamatan Nita, Sikka, Rabu (30/11/2005) pukul 22.30 Wita. Aparat kepolisian setempat masih menyelidiki kasus tersebut mengingat korban adalah seorang anggota intelijen TNI.Kapolda NTT Brigjen Pol Edward Aritonang yang dihubungi di Kupang, Kamis (1/12/2005) mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan, motif pembunuhan diduga terkait masalah dendam lama antara para pelaku dan korban. "Polisi akan mencari tahu alasan pembunuhan itu," kata Aritonang. Ia menambahkan, laporan sementara yang diterima dari Polres Sikka bahwa para pelaku berjumlah lima orang. Salah satunya bernama Kosmas Damianus sudah menyerahkan diri ke aparat kepolisian setempat, sementara empat lainnya masih buron. "Mereka akan terus dikejar," tandas Kapolda.Sumber dari Polres Maumere mengatakan, insiden itu bermula dari pesta minuman keras yang dilakukan oleh pemuda desa Pati Somba. Pada malam kejadian, Kosmas sementara membeli sebotol minuman keras di sebuah warung milik mertua korban. Karena terjadi selisih harga maka pelaku dan ibu mertua korban terlibat adu mulut. Pelaku sempat mengeluarkan kalimat bernada ancaman. Korban yang secara kebetulan mendengar pertengkaran tersebut mencoba melerai namun para pelaku terlebih dahulu meninggalkan lokasi pertengkaran.Sesaat kemudian korban memutuskan untuk mencari para pelaku dirumah mereka yang jaraknya sekitar 12 kilometer dari Kota Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka. Kehadiran korban yang diketahui sebagai anggota intelijen TNI langsung mendapat perlawanan dari para pelaku dengan senjata tajam. "Korban langsung jatuh tersungkur setelah dibacok dengan parang dibagian wajah dan badannya. Saya sudah koordinasi dengan Danrem 161 Wirasakti Kupang Kolonel (Inf) Airwin Paul John Noch Bola agar bisa mengendalikan anggotanya karena para pelaku adalah masyarakat sipil," kata Kapolda. (nrl/)


Berita Terkait