Tolak Omnibus Law Ciptaker, KSPI Enggan Berdiskusi dengan Pemerintah

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 14:42 WIB
Konferensi Pers KSPI
Konferensi pers KSPI (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak duduk bersama dengan pemerintah untuk membahas omnibus law RUU Cipta Kerja. KSPI mengatakan tidak akan pernah mau berdiskusi soal RUU ini karena mereka tegas menolak RUU itu.

"Jadi kami tidak pernah diundang, tidak pernah dimintai pandangan, tidak juga bersedia masuk ke dalam tim. Dengan demikian, melalui kawan-kawan media, dengan tegas kami menyatakan tidak pernah dan tidak akan masuk ke tim Menko Perekonomian dalam bahasan RUU Cipta Kerja omnibus law yang drafnya sudah resmi disampaikan Menko Perekonomian, perwakilan pemerintah, kepada pimpinan DPR. KSPI tidak bertanggung jawab satu pasal pun terhadap isinya," tutur Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Mega Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (16/2).


Said mengatakan pihaknya akan menemui pimpinan DPR untuk membahas perihal RUU ini. Dia menyebut banyak sekali pasal dalam RUU itu yang tidak sesuai dengan hak pekerja.

"KSPI akan menempuh jalur bersama DPR untuk memberikan pandangan-pandangan dan masukannya dengan sebuah sikap setelah mempelajari draf. Akhirnya terbukti apa yang dikhawatirkan KSPI, pesangon yang dihapus, upah minimum yang dihapus, outsourcing yang bebas terhadap hal lainnya, dan beberapa hal lainnya yang terbukti benar. Oleh karena itu, KSPI menolak," tegasnya.

Tonton juga video Mahfud Pastikan Publik Berhak Tahu Isi Draf Omnibus Law:

Selanjutnya
Halaman
1 2