Menneg BUMN Incar Kursi Ketua Umum ICMI

Menneg BUMN Incar Kursi Ketua Umum ICMI

- detikNews
Kamis, 01 Des 2005 12:39 WIB
Jakarta - Apa kabar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)? Organisasi yang pernah berkibar di akhir masa pemerintahan Soeharto dan BJ Habibie ini belakangan nyaris tak terdengar kiprahnya. Toh, meski terasa adem-ayem, masih banyak tokoh yang berebut kursi kepemimpinan ICMI dalam Muktamar IV ICMI di Makassar, 5-7 Desember mendatang.Menjelang digelarnya muktamar yang mengambil tempat di Hotel Sahid, Jalan Sam Ratulangi, Makassar ini, beberapa nama kandidat calon ketua beredar. Nama-nama yang santer disebut-sebut akan maju menjadi Ketua Umum ICMI antara lain Menneg BUMN Sugiharto, politisi Golkar Marwah Daud Ibrahim, dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra."Tiga nama itu berkembang di kalangan muktamirin. Kita tunggu saja siapa yang akan terpilih," ujar aktivis ICMI Hadimulyo saat dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (1/12/2005).Masing-masing kandidat mempunyai kans yang kuat. Sugiharto misalnya, ia bukan pendatang baru di ICMI. Mantan salah satu pimpinan puncak di Medco ini pernah menjabat sebagai ketua Departemen Pengembangan Ekonomi, dan terakhir menjadi bendahara ICMI.Namun, kemunculan Sugiharto menjadi kandidat ini sempat memunculkan spekulasi. Beredar kabar, Sugiharto tengah mencari basis politik setelah PPP beberapa kali memprotesnya karena tidak memberikan kontribusi ke partai. Namun, jika dilihat dari track record di ICMI, yang bersangkutan masih dinilai wajar mengincar kursi ketua umum ICMI, karena memang aktif di kepengurusan.Nama Azyumardi Azra dan Marwah Daud berpotensi kuat juga memperebutkan posisi ketua umum. Apalagi jika ICMI akan kembali ke asal, menjadi lembaga yang mengedepankan intelektual, dengan berbasis kegiatan pendidikan, pengembangan ekonomi kerakyatan dan tidak berpolitik praktis.Kabar lain yang cukup kencang beredar, selain ketiga nama tersebut, Wapres Jusuf Kalla juga punya peluang. Ketua Umum Partai Golkar ini sempat diusulkan oleh pengurus daerah menjadi calon ketua umum ICMI. Tapi kans Jusuf Kalla mengecil, karena dalam AD/ART, ketua parpol tidak diperbolehkan menjadi ketua umum ICMI. "Kecuali jika muktamirin mengubah AD/ART," kata Hadimulyo.Wacana lain yang berkembang di ICMI adalah kepemimpinan presidium, seperti halnya di Kahmi. Kepemimpinan presidium ini konon diusulkan oleh BJ Habibie dan didukung kalangan senior di ICMI. Wacana ini berkembang di kalangan pegiat ICMI dengan mendapat tanggapan beragam, dengan plus dan minusnya. (jon/)


Berita Terkait