Cina Bantah Tutup-tutupi Wabah Flu Burung

Cina Bantah Tutup-tutupi Wabah Flu Burung

- detikNews
Kamis, 01 Des 2005 11:58 WIB
Jakarta - Ketika virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) mewabah beberapa tahun silam, pemerintah Cina telah menutup-nutupi penyebaran kasus tersebut. Kini, negeri Tirai Bambu itu tengah dilanda wabah flu burung.Namun pemerintah Beijing menegaskan bahwa tidak ada yang ditutup-tutupi menyangkut kasus flu burung. Penegasan itu disampaikan Menteri Kesehatan Cina Gao Qiang seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/12/2005)."Tidak ada yang ditutup-tutupi soal penularan flu burung di Cina," ujar Gao kepada wartawan setempat. "Begitu ada wabah, kami akan segera memberitahu publik dan mengimbau publik untuk lebih siaga," imbuhnya.Ditandaskannya, tidak akan terjadi lagi skenario 2003 ketika wabah SARS melanda Cina. Saat itu pemerintah lokal tidak melaporkan secara terbuka angka-angka yang akurat mengenai kasus SARS sampai beberapa bulan setelah wabah muncul. Hingga akhirnya wabah SARS menyebar ke sejumlah negara dan menewaskan lebih dari 800 orang, termasuk 349 orang di Cina.Mengenai flu burung, Gao menyatakan bahwa pemerintah Cina mampu mengendalikan penyebaran virus H5N1 ini dari unggas ke manusia. Dikatakan Gao, tahun ini tercatat 30 kasus flu burung yang melanda 11 provinsi. Sementara kasus flu burung pada manusia sejauh ini tercatat sebanyak tiga kasus, dua di antaranya meninggal.Cina merupakan produsen unggas terbesar di dunia dengan sekitar 14 miliar unggas dipelihara setiap tahunnya. Sekitar 70 persen dari unggas-unggas itu dipelihara di halaman belakang rumah yang berarti dekat dengan manusia.Fakta inilah yang mengkhawatirkan pakar-pakar kesehatan dunia. Virus H5N1 sejauh ini telah menewaskan lebih dari 60 orang di Asia sejak tahun 2003. (ita/)


Berita Terkait