Istana Soroti Unnes Bebastugaskan Dosen karena Dituduh Hina Jokowi

Andhika Prasetia - detikNews
Minggu, 16 Feb 2020 07:35 WIB
Donny Gahral.
Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian. (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

Kantor Staf Presiden (KSP) dari pihak Istana Kepresidenan menganggap Universitas Negeri Semarang (Unnes) terburu-buru membebastugaskan dosen bernama Sucipto Hadi Purnomo terkait postingan yang dituduh menghina Presiden Jokowi. KSP menyebut, semestinya polisi yang berhak menentukan ada/tidaknya ujaran kebencian.

"Kebebasan berpendapat perlu dihormati dan menentukan suatu pernyataan itu ujaran kebencian atau bukan harus melalui suatu proses hukum yang tepat. Saya kira kalau masih bersifat dugaan atau prasangka bahwa terjadi ujaran kebencian terlalu terburu-buru proses pembebastugasan dosen tersebut," ujar Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian lewat sambungan telepon, Sabtu (15/2/2020).

"Kalau itu keputusan sepihak, tidak didasarkan proses hukum jelas, saya pikir terlalu terburu-buru," imbuhnya.

Unnes menganggap Sucipto melakukan ujaran kebencian terhadap Jokowi. Unnes mengungkap kasus ini terjadi saat masa pemilihan presiden 2019.

Tonton juga video 4 Jam Diperiksa, Pemilik Akun Hina Jokowi Mumi Minta Maaf:

Selanjutnya
Halaman
1 2