Arkeolog Pastikan 'Patung Manusia' di Pinrang Peninggalan Sejarah

Hasrul Nawir - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 19:34 WIB
Patung batu mirip manusia yang ditemukan di Pinrang, Sulsel (Hasrul Nawir/detikcom)
Patung batu mirip manusia yang ditemukan di Pinrang, Sulsel (Hasrul Nawir/detikcom)
Pinrang -

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Sulawesi Selatan (Sulsel) merampungkan penelitian atas patung perempuan di Watang Sawitto, Pinrang. Patung manusia ini dipastikan peninggalan sejarah.

"Jenis batuan arca dari bahan batuan beku andesit yang banyak ditemukan di wilayah Enrekang, Parepare, Pinrang, hingga Polman. Dari tipologi dan atribut, jejak pengerjaan temuan ini menunjukkan kekunoannya," ujar arkeolog BPCG, Iswadi, saat dihubungi, Sabtu (15/2/2020).

Dugaan awal, arca tersebut, menurut Iswadi, biasanya digunakan sebagai nisan kubur, penanda batas wilayah, penjaga lumbung padi, serta sarana pemujaan arwah leluhur.

"Jenis arca atau patung ini bukan peninggalan dari zaman klasik Hindu atau Buddha seperti berita awal di media. Tradisi pembuatan temuan ini merupakan tradisi megalitik berkembang hingga pertengahan abad hingga abad ke-20. Untuk itu, masih perlu data pembanding lainnya, seperti data sejarah, hasil wawancara, temuan sejenis, konteks temuan, dan asosiasinya," papar Iswadi.

Selain itu, Iswadi menyebut penemu patung manusia ini berhak mendapatkan kompensasi.

"Terkait kompensasi dapat diperoleh setelah benda tersebut ditetapkan oleh Bupati Pinrang atas tim ahli cagar budaya," katanya.

Patung ini awalnya ditemukan kuli bangunan bernama Syahdan. Saat itu Syahdan menggali lubang fondasi rumah.

"Awalnya saya kira batu biasa, mau saya hancurkan, namun sangat keras. Pas saya periksa ternyata patung," katanya.

(fdn/fdn)