Santi Wahid Pernah Nipu Rp 40 Jt Higga Minta HP Pengacara

Santi Wahid Pernah Nipu Rp 40 Jt Higga Minta HP Pengacara

- detikNews
Kamis, 01 Des 2005 11:21 WIB
Jakarta - Bukan hanya GP PDIP saja yang jadi korban Santi Wahid. GP PDIP merupakan korban ketiga perempuan yang mengaku-aku sebagai anak Gus Dur itu. Sebelumnya ia pernah menipu sebuah keluarga di Ciganjur hingga Rp 40 juta amblas. Ia juga pernah meminjam HP tapi tak mengembalikannya pada seorang pengacara di kantor pengacara Adnan Buyung Nasution.Menurut asisten putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafsyoh (Yenny), Rifa Ilyasa, kasus GP PDIP merupakan pengaduan ketiga yang diterima keluarga Gus Dur terkait ulah Santi. Noviantika Nasution, salah satu tokoh pendiri GP PDIP langsung mengontak Rifa saat Santi yang mengaku-aku sebagai putri Gus Dur menyatakan keinginan bergabung dengan GP PDIP. "Mbak Noviantika menanyakan kebenaran Santi sebagai anak Gus Dur. Saya tekankan itu tidak benar. Gus Dur tidak pernah mengadopsi atau pun mengangkat anak siapa pun," kata Rifa saat berbincang dengan detikcom, Kamis (1/12/2005).Kepada Noviantika, Santi mengaku diadopsi dari kecil oleh Gus Dur dan tinggal di Semarang, Jalan Diponegoro nomor 58. Perempuan berusia sekitar 35 tahun itu lalu meminta uang dengan alasan untuk mendatangkan para kiai di Jawa Timur ke Jakarta. Rifa lantas meminta Noviantika agar Santi tidak diapa-apain karena ingin menjebaknya suatu saat.Sebelum kasus GP PDIP, Santi juga mengaku-aku sebagai anak Gus Dur untuk melakukan pertemuan dengan Erry Hertiawan, salah seorang pengacara pada kantor pengacara Adnan Buyung Nasution. Waktu itu, Santi ikut makan malam di sebuah hotel. Dengan alasan baterai HP habis, Santi lalu meminjam HP Erry."Setelah dipinjami HP, dia menjauh dan kemudian tak kembali lagi. Saat dikontak Pak Erry agar mengembalikan HP-nya dia bilang Pak Ery nggak usah repot-repot ambil HP itu karena dia nanti yang akan mengembalikan. Tapi sampai sekarang belum juga dikembalikan," tutur Rifa.Selain itu, dua tahun lalu, Santi juga menipu sebuah keluarga. Dia meminta Rp 40 juta dengan menjanjikan akan mempertemukan keluarga itu dengan Gus Dur. "Dia saat itu sempat ditangkap di Jalan Paso, Ciganjur. Tapi dilepaskan lagi karena dia nangis-nangis dan minta maaf tidak akan melakukannya lagi," kata Rifa. Sayang setelah dilepas ternyata Santi tidak kapok juga. (iy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini