Abu Bakar, Pemimpin Terbaik yang Rela Berpakaian Penuh Tambalan

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 17:37 WIB
Infografis Abu Bakar As Siddiq
Abu Bakar As Siddiq, Pemimpin Terbaik yang Rela Pakaiannya Penuh Tambalan (ilustrator : Denny Putra/detikcom)
Jakarta -

Abu Bakar As Siddiq, sesuai dengan gelarnya yang berarti jujur, dikenal sebagai pemimpin yang menjaga amanah. Dia selalu ingin menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan baik sesuai tuntunan Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Seluruh waktu digunakan ayahanda Aisyah tersebut untuk menyelesaikan urusan umat, hingga tak tersedia waktu memenuhi kebutuhan keluarga. Pernah suatu hari, dikutip dari buku The Khalifah karya Abdul Latip Talib, istri Abu Bakar mengatakan sudah tidak ada bahan yang bisa dimakan. Pakaian keduanya juga sudah lusuh dan penuh tambalan.

Abu Bakar akhirnya berjualan ke pasar agar mendapat uang untuk membeli keperluan setiap hari. Dikutip dari situs Islamic Civilization yang mengambil dari buku The Biography of Abu Bakr As-Siddeeq, sang khalifah bertemu Umar bin Khattab dan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah saat hendak ke pasar membawa pakaian untuk dijual.

"Mau ke mana kau Abu Bakar, setelah mendapat kepercayaan dari seluruh muslim?" kata Umar.

"Saya hendak berjualan di pasar, karena harus bertanggung jawab pada keluarga," ujar Abu Bakar dalam buku yang ditulis Dr Ali Muhammad As-Sallabi tersebut.

"Kami akan memberimu gaji dari gudang penyimpanan di Baitul Mal karena engkau berhak," kata Umar.

Hingga akhir hayatnya, Abu Bakar As Siddiq terus berusaha menjaga amanah yang dipercayakan seluruh muslim padanya. Seperti yang dituliskan Ath-Tabrani dalam kitab Musnad seperti diceritakan Al-Hassan bin Ali bin Abu Thalib, yang memberi amanah pada putrinya Aisyah jika Abu Bakar kelak wafat. Seluruh barang yang diperoleh selama menjadi khalifah, harus dikembalikan pada Baitul Mal dan diserahkan pada penggantinya.

'Dari tempat tidur menjelang meninggal, Abu Bakar berpesan pada putrinya, "Oh Aisyah, ketika aku meninggal kembalikanlah kambing yang biasa kita perah susunya, wadah untuk merendam pakaian, dan velvet (kain) yang aku gunakan pada Umar. Kita bisa menggunakannya saat aku masih bertanggung jawab atas urusan umat."

Ketika Abu Bakar meninggal, Aisyah memberikannya pada Umar yang mengatakan, "Semoga Allah SWT mengampunimu ya Abu Bakar. Engkau membuatnya sulit bagi siapa pun yang meneruskan jejak sebagai khalifah bagi muslim."

Kisah singkat Abu Bakar As Siddiq yang penuh kesederhanaan, keinginan melaksanakan amanah, dan kejujuran dipertegas dalam The Book of Sunnah. Keistimewaan Abu Bakar As Siddiq diceritakan Abdullah bin Salimah yang mendengar dari Ali bin Abi Thalib. Seperti diketahui, Ali adalah khalifah terakhir yang memimpin umat Islam.

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَمَةَ، قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا، يَقُولُ خَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَبُو بَكْرٍ وَخَيْرُ النَّاسِ بَعْدَ أَبِي بَكْرٍ عُمَرُ

Artinya: Aku mendengar Ali mengatakan, "Orang terbaik setelah Rasulullah SAW adalah Abu Bakar, dan orang terbaik setelah Abu Bakar adalah Umar." (HR Ibnu Majah).

Hari ini 1428 tahun lalu dalam kalender Islam, tepatnya 21 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriyah, khalifah Abu Bakar As Siddiq meninggal dunia. Kepergian khalifah yang lemah lembut itu meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat. Dia meninggalkan banyak teladan.

(row/erd)