Keteladanan Abu Bakar As Siddiq: Ikhlas Hidup Miskin demi Islam

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 15:38 WIB
Infografis Abu Bakar As Siddiq
Keteladanan Abu Bkar As Siddiq (Foto: ilustrator : Denny Putra/detikcom)
Jakarta -

Hari ini 1428 tahun lalu dalam kalender Islam, tepatnya 21 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriyah, khalifah Abu Bakar As Siddiq meninggal dunia. Kepergian khalifah yang lemah lembut itu meninggalkan duka mendalam bagi para sahabat. Dia meningglakan banyak teladan.

Sebelum masuk Islam dan menjadi khalifah pertama, Abu Bakar As Siddiq adalah saudagar sukses. Setelah beriman kepada Allah SWT dan Rasul-NYA, Muhammad SAW, dia rela membelanjakan seluruh hartanya demi syiar Islam.

Dikutip dari Oxford Bibliographies, Abu Bakar As Siddiq lahir pada 573 dan wafat pada 634 Masehi atau 21 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah. Dia dikuburkan di rumah Aisyah di samping makam Rasulullah SAW yang kini menjadi bagian dari Masjid Nabawi, Madinah. Ciri fisik Abu Bakar kerap dilukiskan bertubuh langsing cenderung kurus, berbahu sempit, dan berjanggut tipis.

Abu Bakar lebih muda tiga tahun dan menjadi teman terdekat nabi Muhammad SAW selama menjalankan tugas sebagai utusan Allah SWT. Nabi menyaksikan keunggulan sifat Abu Bakar As Siddiq yang selalu mengkhawatirkan keselamatannya, seperti yang diceritakan dalam Al-Qur'an surat At-Taubah Ayat 40.

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Arab latin: Illā tanṣurụhu fa qad naṣarahullāhu iż akhrajahullażīna kafarụ ṡāniyaṡnaini iż humā fil-gāri iż yaqụlu liṣāḥibihī lā taḥzan innallāha ma'anā, fa anzalallāhu sakīnatahụ 'alaihi wa ayyadahụ bijunụdil lam tarauhā wa ja'ala kalimatallażīna kafarus-suflā, wa kalimatullāhi hiyal-'ulyā, wallāhu 'azīzun ḥakīm

Artinya: Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita". Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Abu Bakar, yang wafat di umur 63 tahun, sang ayah adalah Uthman abu Quhafah sedangkan ibunya bernama Salma Umm al-Khair. Sejak muda, Abu Bakar adalah saudagar sukses yang kaya dan dihormati warga Quraisy. Abu Bakar berdagang hingga Yaman dan dikenal dengan sifatnya yang ramah dan baik hati.

Saat sudah menerima kebenaran wahyu dari Allah SWT yang dibawa Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar tak segan menghabiskan seluruh hartanya untuk sedekah, membebaskan budak, dan membantu penyebaran Islam. Istri Abu Bakar adalah Zaynab yang dengannya dia memiliki enam orang anak yaitu Aisha, Abdullah, Asma, Abd Al-Rahman, Umm Kulthum, dan Muhammad.

Julukan Abu Bakar sebagai As Siddiq diberikan Nabi Muhammad SAW karena karakternya yang jujur. Peran penting Abu Bakar tak hanya saat menemani Nabi Muhammad SAW berhijrah, yang makin besar saat Rasulullah berada di penghujung hidupnya. Rasulullah SAW menunjuknya sebagai pemimpin sholat bersama muslim lainnya seperti dinarasikan Aisyah.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَبَا بَكْرٍ أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ فِي مَرَضِهِ فَكَانَ يُصَلِّي بِهِمْ فَوَجَدَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ خِفَّةً فَخَرَجَ وَإِذَا أَبُو بَكْرٍ يَؤُمُّ النَّاسَ فَلَمَّا رَآهُ أَبُو بَكْرٍ اسْتَأْخَرَ فَأَشَارَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ أَىْ كَمَا أَنْتَ فَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ حِذَاءَ أَبِي بَكْرٍ إِلَى جَنْبِهِ فَكَانَ أَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بِصَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلاَةِ أَبِي بَكْرٍ

Artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan Abu Bakar memimpin sholat saat dia sedang sakit dan Abu Bakar melakukan perintah tersebut. Kemudian Rasulullah SAW merasa lebih baik, lalu dia keluar, dan melihat Abu Bakar memimpin sholat. Ketika Abu Bakar melihat Rasulullah SAW, dia mundur, namun Rasulullah SAW menunjukkan gestur supaya tetap di tempatnya. Kemudian Rasulullah SAW berada di samping Abu Bakar. Abu Bakar mengikui sholatnya Rasulullah, dan yang lain mengikuti sholatnya Abu Bakar."

Pemilihan Abu Bakar sebagai khalifah pertama pada 8 Juni 632 Masehi menyelesaikan satu momen penting dalam sejarah Islam. Selepas wafatnya Nabi Muhammad SAW, kaum Muhajirin dan Anshar nyaris terpecah karena ingin pihaknya ditunjuk sebagai pemimpin Islam. Seperti ditulis dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah atau Tarikh Ibnu Katsir, Abu Bakar tidak lantas berbesar hati dengan amanah tersebut.

"Saya terpilih bukan karena yang terbaik di antara kamu semua. Jika aku menyelesaikan pekerjaanku dengan baik maka ikutilah dan tolong saya. Namun jika saya menyimpang dari jalan yang benar hingga korupsi maka bawalah saya ke jalan yang benar," ujar Abu Bakar.

Prestasi Abu Bakar yang utama selama kepemimpinannya adalah memerangi nabi palsu dalam Perang Ridda. Dia sedikitnya memerangi empat nabi palsu beserta kelompoknya. Mereka adalah Bani Asad ibn Khuzaymah yang dipimpin Tulayha ibn Khuwaylid, Bani Hanifah denhan pemimpin Musaylimah, Bani Taghlib dan Bani Tamim dengan pimpinan Sajah, serta Al-Ansi dipimpin Al-Aswad Al-Ansi.

Abu Bakarselalu mengingatkan firman Allah SWT dalam Ali Imron ayat 144. Ayat tersebut menegaskan sebagai utusan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW akan wafat sama seperti pendahulunya. Namun wafatnya Nabi tak mengindikasikan Islam berakhir atau ada utusan Allah SWT yang baru

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

Arab latin: Wa mā muḥammadun illā rasụl, qad khalat ming qablihir-rusul, a fa im māta au qutilangqalabtum 'alā a'qābikum, wa may yangqalib 'alā 'aqibaihi fa lay yaḍurrallāha syai`ā, wa sayajzillāhusy-syākirīn

Artinya: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Di masa kepemimpinannya, Abu Bakar juga mulai mengumpulkan lembaran Al-Qur'an yang kelak menjadi satu mushaf lengkap di masa khalifah Utsman bin Affan. Kisah singkat Abu Bakar As Siddiq menunjukkan individu yang punya dan selalu memelihara karakter baik dan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah. Ringkasan kisah Abu Bakar As Siddiq semoga bisa memberi motivasi untuk selalu jujur dan baik hati.

(erd/erd)