Soal Pernyataan Agama Musuh Pancasila, Pimpinan MPR: Perlu Diluruskan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 14:16 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan menyayangkan kegaduhan akibat pernyataan yang disampaikan Ketua Badan Penguatan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, yang mengatakan bahwa agama merupakan musuh Pancasila. Menurutnya, pendapat tersebut keliru dan perlu diluruskan.

Dia menilai sejak dulu hingga kini dan sampai kapan pun, agama tidak pernah memusuhi Pancasila. Agama dan Pancasila tidak bertentangan. Karena itu, agama tidak mungkin menjadi musuh Pancasila.

"Kalau benar pendapat tersebut disampaikan Ketua BPIP, pendapat tersebut perlu diluruskan. Sejak dulu agama tidak pernah bertentangan dengan Pancasila, apalagi sampai menjadi musuhnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/2/2020).

Pendapat tersebut disampaikan Syarief Hasan setelah bertemu Gubernur Bali Dr Ir Wayan Koster, MM. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Gubernur Bali.

Kedatangan Wakil Ketua MPR ke Bali dalam rangka silaturahmi dan menyerap aspirasi terkait wacana perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Sejak lahirnya, kata Syarief, Pancasila memiliki fungsi melengkapi semua agama yang ada di Indonesia. Maka dari itu, tidaklah benar jika dikatakan bahwa agama merupakan musuh Pancasila.

Sebelumnya, pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Yudian Wahyudi soal hubungan Pancasila dan agama menyulut kontroversi. Kini Yudian memberikan penjelasan bahwa dia tidak bermaksud mempertentangkan Pancasila dan agama.

"Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin," kata Yudian.

Yudian meluruskan pernyataan ini. Maksudnya, musuh Pancasila adalah minoritas yang mengklaim dirinya sebagai mayoritas umat beragama.

"Namun, pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrem, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas)," jelas Yudian.

(akn/ega)