Ma'ruf Harap UU Omnibus Law Permudah Perizinan Bangun Perumahan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 13:23 WIB
Wapres Maruf Amin hadiri Properti Expo 2020 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).
Wapres Ma'ruf Amin hadiri Properti Expo 2020 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020). (Foto: Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di DPR RI akan segera dilakukan. Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin berharap UU Omnibus Law nantinya mempermudah pengurusan perizinan pembangunan perumahan.

"Pemerintah sudah melakukan berbagai hal, antara lain dengan perancangan UU omnibus law. Dengan UU ini diharapkan perizinan, termasuk di dalamnya izin membangun perumahan bisa menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan lebih mudah," kata Ma'ruf di pembukaan pameran Properti Expo 2020, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Ma'ruf mengatakan pertumbuhan sektor ekonomi berkaitan dengan pertumbuhan sektor industri. Namun, sebut Ma'ruf, pertumbuhan sektor industri terdampak karena sejumlah masalah, salah satunya penyebaran virus Corona dan ketegangan di Timur Tengah.

"Pertumbuhan sektor ekonomi dan industri saling mempunyai keterkaitan. Terkait hal itu, kita ketahui bersama, tahun ini kinerja ekonomi nasional akan semakin menantang. Hal itu karena masih tingginya tingkat ketidakpastian global," sebut Ma'ruf.

"Beberapa isu seperti perang dagang Amerika-Tiongkok, eskalasi ketegangan Timur Tengah, maraknya penyebaran virus Corona, masih belum menunjukkan perubahan ke arah yang kita inginkan," imbuhnya.

Ma'ruf juga mengatakan pemerintah akan terus mendorong setiap instansi perizinan untuk membuat sistem perizinan secara online. Nantinya, sistem perizinan online tersebut akan diintegrasikan dengan sistem Online Single Submission (OSS).

"Selain itu pemerintah juga terus mendorong instansi-instansi yang memberi perizinan untuk mengembangkan proses digitalisasi perizinan secara onmine. Digitalisasi perizinan secara online tersebut secara bertahap nantinya akan diintegrasikan dalam sebuah sistem Online Single Submission, OSS," papar Ma'ruf.

Selanjutnya
Halaman
1 2