Antivenom Ular Weling Belum Ada, Pakar Ingatkan Pertolongan Pertama

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 09:51 WIB
Ular weling (bungarus candidus) adalah jenis ular berbisa dari suku elapidae yang menyebar di Asia Tenggara hingga ke Jawa dan Bali.
Ular Weling (Foto: Istimewa/Instagram)


"Langkah selanjutnya dibawa ke tempat pelayanan kesehatan. Yang jadi masalah kemarin anak itu sempat tertolak di rumah sakit yang pertama. Menurut saya, saya mengimbau pada seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk melakukan airway breathing sirkulasi dulu sebagai pertolongan emergency dan tidak bingung dengan anti bisa ular, sehingga pasien itu tidak ter-delay pertolongan emergency-nya," ucapnya.

"Jadi harusnya begini, masyarakat tahu first aid yang benar, medis tahu pertolongan emergency yang benar yaitu airway breathing sirkulasi, dan antivenom yang cocok. Kalau misalnya tidak ada di Indonesia, bisa minta saya, karena saya memberikan gratis itu," imbuhnya.

Tri menyebut saat ini antivenom yang ada di Indonesia diperuntukkan untuk 3 jenis ular. Antivenom yang ada itu juga dipakai untuk menangani korban gigitan ular weling.

"Antivenom Indonesia itu untuk tiga jenis ular, yaitu Naja sputatrix atau kobra Jawa, kemudian Bungarus fasciatus atau welang, sama Calloselasma rhodostoma atau ular tanah. Karena biofarma belum membuat sebuah riset cross netralisasi untuk Naja Sumatrana atau kobra Sumatera, dan Bungarus Candidus atau weling maka kami para dokter masih bisa pakai kecuali kalau nanti ada riset yang menunjukkan tidak bisa pakai," ucap Tri.



Sebelumnya, Adila (4), bocah perempuan asal Kabupaten Cirebon, meninggal karena digigit ular weling atau Bungarus candidus. Sebelum meninggal, Adila sempat koma selama lima hari di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

Sejak Sabtu (8/2) hingga Rabu (12/2) kemarin, Adila koma. Bisa ular weling menyebar ke tubuhnya. Adila menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu (12/2).

Halaman

(abw/dnu)