Batan Indah Kena Radioaktif, Komisi VII: Harus Jadi Peringatan Keras!

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 07:30 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto ilustrasi: Gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Komisi VII DPR ingin agar peristiwa terpaparnya Perumahan Batan Indah Tangerang Selatan oleh radioaktif bisa menjadi peringatan bahaya nuklir bagi lembaga yang mengurusi nuklir di Indonesia, yakni Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

"Ini harus menjadi peringatan keras. Ini karena segala sesuatu tentang nuklir harus terukur secara presisi, tidak boleh ada kelalaian atau kelengahan yang mengakibatkan radiasi," kata Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, kepada wartawan, Sabtu (15/2/2020).

Untuk saat ini, Sugeng tidak ingin menduga-duga asal radiasi di Batan Indah itu. Maka Bapeten harus menyelidiki secara seksama untuk menemukan fakta-fakta sumber radiasi itu.

"Komisi VII meminta Bapeten dan Batan untuk menyelidiki lebih lanjut kenapa di satu titik terpapar dengan radiasi relatif lebih tinggi dari ambang batas normal," kata Sugeng yang merupakan politikus Partai NasDem ini.

Lokasi persis lokasi yang terpapar radioaktif itu ada di tanah kosong, dekat lapangan voli Blok J, lingkungan perumahan Batan Indah. Lewat pemantauan 30-31 Januari 2020, Bapeten menyatakan radiasi kawasan Perumahan Batan Indah melebihi ambang batas normal. Bapeten menemukan serpihan sumber radiasi pada 7 dan 8 Februari 2020.

"Kita sama-sama tahu, radiasi itu berbahaya. Meski begitu, kita apresiasi Bapeten karena temuan ini juga berasal dari temuan Bapeten, dari pengukuran berkala," kata Sugeng.

(dnu/dnu)