Arab Saudi Kini Tak Haramkan Valentine, Ini Sikap Sekjen MUI

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Sabtu, 15 Feb 2020 05:58 WIB
gedung MUI
Gedung MUI (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Arab Saudi tak lagi mengharamkan warganya untuk merayakan hari valentine seperti tahun-tahun sebelumya. Komisi Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV) untuk wilayah Mekkah menetapkan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Berbeda dengan Arab Saudi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan perayaan lebih baik ditinggalkan. Alasannya, banyak cara perayaan valentine yang bertentangan dengan ajaran Islam.

"Masalah dalam valentines day karena banyak dari ajaran agama yang ditabrak dan itu jelas tidak baik dan tidak benar. Oleh karena itu dalam Islam ada qaidah dar'ul mafasid muqoddam 'ala jalbil mashalih. Meninggalkan kemafsadatan harus didahulukan dari mengambil kemaslahatan. Oleh karena itu meninggalkan valentines day jauh lebih baik dari melakukannya," kata Sekjan MUI, Anwar Abbas saat dihubungi, Jumat (14/2/2020) malam.



Anwar mengatakan, ajaran Islam tak mengkhususkan hari tertentu untuk menunjukkan rasa kasih sayang. Cara-cara untuk melakukannya juga tak boleh melanggar aturan agama.

"Di dalam Islam hari berkasih sayang itu setiap hari dan di dalam Islam kalau kita akan membangun dan mengembangkan kasih sayang maka dia harus dilakukan dalam bingkai agama. Jadi tidak boleh melanggar ketentuan dari ajaran agama," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2