Mesin Waktu

Dubes AS Diculik di Hari Valentine, Tewas Saat Dibebaskan

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 20:30 WIB
Presiden AS Jimmy Carter menenangkan istri dan anak Adolph Dubs (dok. AP)
Foto: Presiden AS Jimmy Carter menenangkan istri dan anak Adolph Dubs (dok. AP)

Pejabat AS berusaha membuka kontak dengan penculik namun gagal. Bruce Flatin, penasihat politik kedutaan jadi satu-satunya orang yang diberi kesempatan berbicara dengan Dubs. Namun pembicaraan itu dengan Dubs yang ditahan di kamar nomor 117 berlangsung singkat. Dubes mengaku dalam kondisi baik.

Menjelang pukul 1 malam, orang Soviet melambaikan saputangan putihnya. Segera setelah itu, tiga prajurit Afghanistan dengan senjata AK-47 bergerak mendekati kamar. "Mereka menendang pintu dan masuk," ujar Wenkel. Rentetan suara senapan mesin menggelegar memenuhi lorong hotel. Tim lain menembaki kamar itu dari atap gedung bank di seberang hotel.

setelah tembakan berhenti, Wenkel bersama rekannya Mike Malinowski dan dokter kedutaan bergegas mendekati kamar itu membawa tandu. Mereka sempat mendengar suara pistol meletus. Sesampai di kamar mereka mendapati dua penculik tewas terkapar. Begitu juga dengan sang duta besar yang tewas di kursi.

Pihak Afghanistan sempat menangkap satu orang dalam keadaan hidup. Namun kemudian diumumkan tewas beberapa jam kemudian. Sementara satu penculik lagi tak pernah diketahui keberadaannya. Autopsi jasad Dubs melaporkan, bekas prajurit Angkatan Laut itu tewas dengan 10 luka dari senjata kaliber kecil.

Departemen Luar Negeri AS melancarkan protes keras pada pemerintah Afghanistan dan Soviet atas tewasnya diplomat yang fasih berbahasa Rusia itu. Sampai kini, tewasnya Dubs masih diselimuti kabut misteri yang tebal. Tak ada bukti yang tertinggal.

Farid Mazdak, seorang politisi partai berkuasa di Afghanistas pada 1990-an menyatakan pada Los Angeles Times,"Sulit untuk mengatakan (siapa pembunuh Dubs), karena tidak ada penculik yang hidup. Konon satu-satunya penculik yang selamat kemudian tewas disuntik di Departemen Keamanan Negara."

Halaman

(pal/dnu)