Mesin Waktu

Dubes AS Diculik di Hari Valentine, Tewas Saat Dibebaskan

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 20:30 WIB
Presiden AS Jimmy Carter menenangkan istri dan anak Adolph Dubs (dok. AP)
Foto: Presiden AS Jimmy Carter menenangkan istri dan anak Adolph Dubs (dok. AP)
Jakarta -

Hari Valentine 41 tahun lalu, nasib tragis bagi Duta Besar Amerika Serikat untuk Afghanistan Adolph "Spike" Dubs. Diplomat karier yang pernah bertugas di Uni Soviet dan Yugoslavia diculik kelompok militan bersenjata. Dia kemudian ditemukan tewas dalam operasi pembebasan.

Dubs diculik di tengah keruwetan kota Kabul. Saat mobil yang ditumpanginya berada di depan Pusat Kebudayaan AS, tiga orang berpakaian polisi datang mendekat. Mereka memberi isyarat pada pengemudi untuk menurunkan kaca jendela.

Begitu kaca diturunkan, ketiganya langsung masuk dalam mobil, seraya menodongkan pistol. Sopir diminta pergi ke Hotel Kabul. Mereka kemudian menarik Dubs masuk dalam hotel. Di lobi hotel itu sudah ada anggota kelompok lain yang menunggu dalam sebuah ruang telepon.

"Kami menahan duta besar," ujar salah seorang penculik yang menelpon Kementerian Luar Negeri Afghanistan seperti yang dikutip dari Los Angeles Times. Sementara penculik lainnya, menembakkan senjata ke udara agar pengunjung hotel meninggalkan lobi.

Tak lama kemudian, belasan prajurit komando Afghanistan merapat ke hotel tersebut atas perintah Menteri Luar Negeri, Hafizullah Amin. Begitu juga para pejabat Kedutaan AS di Afghanistan termasuk Doug Wankel. "Beberapa pria Rusia berpakaian preman juga muncul. Saya tahu mereka ini adalah KGB," ujar Wankel seperti yang dikutip CNN.

Selanjutnya
Halaman
1 2