Polisi Sebut Muncikari Kasus Kawin Kontrak di Bogor Punya Puluhan 'Anak'

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 18:21 WIB
Bareskrim Polri
Rilis Bareskrim soal Prostitusi Kawin Kontrak Bogor (Sachril/detikcom)


Dia pun mengatakan harga perempuan yang ditawarkan kepada WNA Timur Tengah ini variatif. Bila ada WNA yang ingin BO 1-3 jam, mereka harus membayar Rp 500 ribu. Untuk kawin kontrak selama 3 hari, tarifnya Rp 5 juta. Lalu untuk kawin kontak selama 7 hari dikenai biaya Rp 10 juta.

Ferdy kemudian mencontohkan teknis bisnis kawin kontrak ini. Dia menyebut nantinya pelanggan akan menghubungi muncikari, kemudian si muncikari itu akan menawarkan beberapa wanita. Setelah itu, si pelanggan akan menunjuk wanita mana yang akan dinikahi secara kontrak.

"Itu hidup bersama, dinikahkan, kemudian setelah itu selesai, mereka kembali ke negaranya masing-masing. Jadi, siapa pun bisa menjadi saksi dan penghulu, disahkanlah pernikahan kontrak ini. Kenapa menjadi bisnis? Karena ada supply dan demand. Dan ini dijadikan bisnis, bisnis seks di sana," ungkap dia.

Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa 7 handphone, uang Rp 900 ribu, paspor dan 2 boarding pass milik pelaku Almasod, serta print out pemesanan apartemen. Akibat peristiwa ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan 2 UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dengan ancaman hukuman 3-15 tahun penjara.

Halaman

(zap/zap)