2 Bulan Dirawat karena Terjerat, Anak Gajah di Riau Mati

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 18:09 WIB
Puluhan gajah mati kelaparan imbas kekeringan di kawasan Zimbabwe. Kemarau yang melanda tak jarang membuat gajah memasuki permukiman warga untuk mencari makanan.
Ilustrasi Gajah di Zimbabwe (Philimon Bulawayo/Reuters)
Pekanbaru -

Seekor anak gajah mati setelah dirawat sekitar dua bulan di Pusat Pelatihan Gajah, Riau. Anak gajah itu dirawat setelah ditemukan terjerat.

"Anak gajah yang diberi nama Puan Panda Wangi tadi pagi pukul 06.00 WIB akhirnya mati," kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono, kepada wartawan, Jumat (14/2/2020).

Haryono menjelaskan, bangkai anak gajah usia 3 bulan itu sudah dinekropsi dari pukul 11.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB. "Nekropsi dilakukan drh Dhanang dengan para medis Aswar Hadhibina dan Fiyrayati," kata Haryono.

Dari hasil nekropsi, sambungnya, anak gajah ini mati diduga karena gangguan pencernaan sehingga penyerapan nutrisi terganggu. Bangkai anak gajah dengan berat sekitar 101 kg itu kini telah dikubur.

"Gajah ini ditemukan terjerat di lahan PT RPI pada 16 Desember 2019 lalu di Kabupaten Inhu, Riau. Kakinya terluka akibat terjerat dan ditinggalkan kelompoknya," tutup Haryono.

Tonton juga Usai Koma 5 Hari, Balita yang Digigit Ular Weling Meninggal:

[Gambas:Video 20detik]

(cha/idh)