Imigrasi Cek Kabar Peneliti Asal Prancis Dideportasi Terkait Data Karhutla

Idham Kholid - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 15:48 WIB
Pemadaman karhutla di Pelalawan Riau
Foto: Ilustrasi karhutla. (Haidir-detikcom-detikcom)
Jakarta -

Seorang peneliti sekaligus ahli ekologi dari Prancis, David Gaveau dikabarkan mendadak dideportasi. David Gaveau sebelumnya disebut menerbitkan hasil penelitiannya soal data kebakaran hutan di Indonesia pada 2019 yang jauh melebihi angka pemerintah. Imigrasi mengecek benar-tidaknya deportasi itu.

"Nggak ada informasi deportasi terkait nama itu di kantor Imigrasi Bogor," Kepala Sub Bagian Humas Sekretariat Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Achmad Nur Saleh saat dimintai konfirmasi, Jumat (14/2/2020).

Pengecekan di Imigrasi pusat juga dilakukan. "Untuk permohonan data sudah dilakukan, tapi belum kami dapatkan informasi lagi," ujarnya.

Kabar deportasi David Gaveau itu diunggah oleh situs sciencemag.org pada Rabu (12/2/2020). David Gaveau mendadak meninggalkan Indonesia pada 28 Januari lalu setelah 15 tahun tinggal dan bekerja di Indonesia.

Pihak Imigrasi Indonesia disebut mendeportasi Gaveu yang merupakan peneliti rekanan Center for International Forestry Research (CIFOR) di Bogor Jawa Barat itu karena pelanggaran visa.

Gaveau yang juga pimpinan perusahaan konsultasi di Bali itu tidak mau berkomentar soal alasan kepergiannya. Tapi beberapa rekannya menduga bukan suatu kebetulan Gaveau dideportasi sebulan setelah CIFOR menerbitkan perkiraan kerusakan kebakaran hutan di Indonesia tahun 2019 yang jauh melebihi jumlah data pemerintah.

Dilihat di situs cifor.org, David sudah meneliti konservasi di Indonesia sejak 2002 ketika bergabung dengan Wildlife Conservation Society's Indonesia Program. Sebelum bergabung dengan CIFOR, dia memantau ekologi hutan di Kalimantan.

David Gaveau sedang membangun sistem informasi geografis berbasis web yang akan menampilkan serangkaian data geografis tentang deforestasi di Indonesia menggunakan Google Earth.

Video "Jokowi Siap Copot Aparat Gagal Atasi Karhutla, Polri: Sesuai Instruksi"

[Gambas:Video 20detik]

(idh/hri)