Probosutedjo Tak Ingin Seperti Koruptor Lainnya
Kamis, 01 Des 2005 09:04 WIB
Jakarta - Terpidana 4 tahun kasus korupsi Probosutedjo bersedia menjalani eksekusi karena tidak ingin seperti koruptor lainnya yang menghindari eksekusi. Dia ingin menghormati proses hukum yang ada. Tapi kenapa sempat menghilang?Kendati terjadi proses yang cukup lama saat eksekusi di RS Pondok Indah namun itu bukan upaya dari Probo untuk mengulur-ngulur eksekusi. "Tidak ada maksud itu, kalaupun sampai lama itu hanya proses persiapannya saja. Tidak ada gunanya juga mengulur-ngulur, toh akan tetap dieksekusi juga," kata kuasa hukum Probosutedjo, Yan Juanda Saputra kepada detikcom di Jakarta, Kamis (1/12/2005). Probosutedjo mengerti sekali soal upaya peninjauan kembali (PK) itu yang tidak akan menghalangi eksekusi. "Makanya eksekusi dilaksanakan untuk menghormati proses hukum yang ada. Tapi upaya PK akan tetap dilakukan," urainya.Soal keberadaan Probosutedjo di RS Pondok Indah, itu memang semata-mata karena di tengah sakit dan bukan hal yang mengada-ada. Selama dia dicekal tidak pernah melakukan medical chek up lagi di Singapura selama 6 bulan. Makanya kondisinya sangat menurun saat ini.Tapi dengan kondisi seperti itu kliennya tetap melaksanakan eksekusi. Sempat dia diminta untuk memakai kursi roda, namun hal itu ditolaknya dengan alasan dia masih kuat. "Tapi kita juga minta jaminan ada dokter dari Kejaksaan dan Lapas Cipinang yang mengawasi kesehatannya," tuturnya.Saat ini yang dilakukan tim kuasa hukum Probo, adalah mengumpulkan sejumlah novum (bukti baru)sebagai dasar pengajuan dari PK itu. "Jika semuanya telah selesai maka akan langsung kita ajukan," katanya.
(mar/)











































