Ketua MPR Sebut Edukasi Penting untuk Tangkis Hoax Virus Corona

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 19:52 WIB
MPR
Foto: Dok MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) membantah dengan tegas isu bahwa virus Corona (Covid-19) bisa menyebabkan kematian mendadak. Hal itu ia ungkapkan setelah bertemu jajaran direksi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Virus Covid-19 tak menyebabkan kematian mendadak, melainkan ada gejalanya terlebih dahulu seperti flu, panas, hingga pneumonia, namun masih bisa diobati. Yang bisa menyebabkan kematian mendadak adalah serangan jantung dan stroke. Edukasi seperti ini sangat penting, agar rakyat tak menjadi korban hoax dan tak menimbulkan ketakutan yang berlebihan," ujar Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Kamis (13/2/20).

Bamsoet menyebutkan, edukasi untuk mengatasi serta mengantisipasi virus Corona diperlukan terutama dalam mengatasi Hoax yang dapat menimbulkan kegaduhan. Oleh karena itu saat ini WHO mengganti nama virus Corona menjadi Covid-19 agar mengurangi kepanikan di tengah-tengah masyarakat dunia yang semakin menjamur.

Dari diskusi panjang yang dilakukan oleh Bamsoet beserta dokter RSCM, ia berpendapat bahwa virus Corona justru tidak seberbahaya penyebaran SARS, MERS, Flu Burung, maupun Flu Babi. Saat ini tingkat kematian virus Corona baru mencapai 2%, berbeda dengan Sars yang mencapai 10% imbuhnya.

"Data dari John Hopkins CSSE, hingga tanggal 13 Februari 2020 mencatat dari 60.329 orang yang terkena virus Covid-19, 1.369 meninggal, dan 6.017 bisa kembali sehat. Korban yang meninggal, 1.310 diantaranya berasal dari Hubei, Wuhan tempat awal penyebaran virus Covid-19. Besarnya jumlah korban yang bisa diselamatkan menjadi angin segar bahwa virus Covid-19 tak perlu dihadapi dengan kepanikan luar biasa," lanjut Bamsoet.

Akan tetapi sebagai bentuk kewaspadaan Bamsoet menganjurkan, agar masyarakat dapat membiasakan gaya hidup sehat seperti mencuci tangan dan menggunakan masker saat ditempat umum. Dirinya bersyukur, bahwa sampai sejauh ini belum ditemukan korban virus Covid-19 di Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini, juga menyampaikan bahwa staff RSCM telah memperkuat peralatan medisnya dengan memesan 2 alat medis dari Amerika untuk menangani pasien yang diduga terkena Covid-19. Kesiapan ruangan penangan virus di RSCM juga sudah dianggap sangat baik.

"RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional harus menyiapkan diri sejak dini. Tak perlu khawatir berlebihan, namun juga jangan lengah. Kita pernah punya pengalaman menangani SARS, MERS, Flu Burung, maupun Flu Babi, yang setidaknya menjadi bekal bagi seluruh instansi untuk menghadapi virus Covid-19," tutur Bamsoet.

"Tentu kita berharap jangan sampai peralatan medis hingga ruangan isolosai terpakai, yang menandakan Indonesia bebas dari Covid-19. Kita juga bersyukur sampai saat ini warga Indonesia yang sedang di obeservasi di Natuna, pasca kepulangan mereka dari Wuhan, seluruhnya dalam kondisi sehat. Observasi masih akan terus dilakukan sampai 15 Februari 2020. Setelah masa observasi selesai dan seluruhnya sehat, maka mereka bisa kembali ke rumahnya masing-masing dan melakukan aktivitas seperti semula," pungkas Bamsoet.

(ega/ega)