Mesin Waktu

Saat AS Mengebom Bungker Irak, Tewaskan Ratusan Anak

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 17:59 WIB
Ilustrasi pengeboman (dok. AP)
Foto: Ilustrasi pengeboman (dok. AP)
Jakarta -

Tepat 29 tahun lalu, pesawat pengebom siluman Amerika Serikat menjatuhkan dua buah bom di sebuah pemukiman penduduk di Baghdad, Irak. Sayangnya aksi pengeboman bagian dari Perang Teluk untuk membebaskan Kuwait dari invasi Irak itu mengakibatkan 314 penduduk sipil tewas, 130 orang diantaranya masih anak-anak.

Otoritas Irak saat itu menyebut, sasaran adalah bungker tempat perlindungan serangan udara bagi masyarakat sipil. Peter Arnett, seorang reporter untuk Cable News Network di Baghdad, mengatakan bangunan itu telah menampung warga sipil pada malam hari sejak hari-hari pertama serangan udara Sekutu.

Namun pejabat Pentagon AS di Washington berkilah mereka memiliki bukti bahwa gedung yang menurut militer AS telah disamarkan bentuk atapnya tersebut merupakan pusat komunikasi untuk komando pasukan militer. Hal itu diketahui dari proses pengintaian dengan teknologi tinggi.

Direktur Operasi Pentagon, Letnan Jenderal Thomas Kelly menyatakan dari foto pengintaian intelijen menunjukkan ada orang-orang dan kendaraan militer hilir mudik di sekitar bangunan.

"Pemahaman saya adalah awalnya tempat itu dibangun sebagai tempat perlindungan serangan udara. Lalu kemudian dikonversi ke fasilitas militer. Kami yakin akan hal itu," ujar Kelly seperti yang diberitakan The New York Times.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3