Hadist tentang Ikhlas dan Keutamaannya

Lusiana Mustinda - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 17:50 WIB
muslim man praying  (this picture have been shot with a Hasselblad HD3 II 31 megapixels)
Hadist tentang ikhlas. (Foto: iStock)
Jakarta -

Tidak semua orang bisa memiliki sikap ikhlas. Terkadang beberapa perkara membuat kita mudah marah dan sulit untuk mengikhlaskan. Tapi tahukah kamu, bahwa ikhlas memiliki manfaat yang dahsyat. Ini hadist tentang ikhlas dan keutamaannya.

Membersihkan diri dari segala macam kesenangan duniawi bukanlah persoalan ringan. Perbuatan ini memerlukan banyak perjuangan. Ikhlas menjadi suatu kata yang mudah diucapkan namun sangat sulit dilaksanakan. Ikhlas melakukan sesuatu apapun semata-mata hanya karena Allah SWT.

Tentang keutamaan ikhlas, Allah SWT berfirman dalam Al-An'am: 162-163:

"Katakanlah, 'Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).'" (Al-An'am: 162-163).

Hadist tentang ikhlas dan keutamaannya.Hadist tentang ikhlas dan keutamaannya. Foto: iStock

Dalam Surat An-Nisa: 125, Allah SWT berfirman:

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus?..." (An-Nisa: 125).

Yang dimaksud dengan "menyerahkan diri kepada Allah" dalam ayat di atas ialah mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya karena Allah semata, sedangkan yang dimaksut dengan "mengerjakan kebaikan" di dalam ayat itu ialah mengerjakan kebaikan dengan serius dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Dikutip dalam buku berjudul "Meraih Dahsyatnya Ikhlas" oleh Ahmad Hadi Yasin. Ada sebuah hadist tentang ikhlas hati, Rasulullah SAW bersabda:

Abu Musa Abdullah bin Qais Al-Asy'ariy ra berkata, "Rasulullah SAW pernah ditanya, manakah yang termasuk berperang di jalan Allah? Apakah berperang karena keberanian, kesukuan, atau yang berperang karena riya'? Rasulullah SAW menjawab, 'Siapa saja yang berperang dengan maksud agar kalimat Allah terangkat, itulah perang di jalan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim).

Berperang kesukuan adalah berperang demi harga diri, kehormatan dan wibawa keluarga, suku atau bangsa. Berperang karena riya' adalah berperang karena mengharapkan pengakuan dan pujian dari manusia.

Hadist tentang ikhlas dan keutamaannya.Hadist tentang ikhlas dan keutamaannya. Foto: iStock

Sedangkan maksud perang fi sabilillah adalah orang yang berperang demi tegaknya agama Islam dan ajaran-ajarannya. Hikmah yang terdapat dalam hadist ini, antara lain: semua perbuatan bergantung niat yang saleh. Keutamaan jihad akan didapatkan orang-orang yang melakukannya, terutama mereka yang berjihad untuk menegakkan 'kalimat Allah'.

Banyak alasan dan motivasi seseorang yang dilakukan dalam beraktivitas, termasuk berperang dan urusan sholat. Akan tetapi semua akan tiada berarti dan tiada bernilai sebagai amal saleh di mata Allah SWT, tanpa disertai keikhlasan.

(lus/erd)