Selain meletusnya Gunung Merapi, beberapa waktu lalu banjir terjadi di Jakarta dan Surabaya. Agar terhindar dari bencana, membaca doa adalah pilihan tepat.
Baca juga: Hujan Meredakan Guyuran Abu di Lereng Merapi |
Berikut doa diselamatkan dari bencana dilansir dari buku 'Kumpulan Do'a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih' karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.
"Allahumma innii a-'uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a'daa-i."
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha' (takdir), dan kegembiraan para musuh." (HR. Al-Bukhari no. 6347, 6616 dan Muslim no. 2707).
Rasulullah SAW menyebut amal saleh, khususnya sedekah dapat menolak atau mengurangi tingkat musibah yang menimpa kita. Hal ini merupakan sebuah upaya untuk 'menghindar' dari takdir.
Jadi tidak ada yang dapat menolak takdir (ketetapan) kecuali doa. Banyak-banyaklah berdoa khususnya doa menolak bencana. Apalagi kita tidak tahu takdir apa yang akan berlaku dan sedang menghampiri diri.
Simak Video "Hujan Abu di Glagaharjo Sleman Usai Erupsi Merapi"
[Gambas:Video 20detik] (nwy/erd)











































